Gubernur Aceh: Mari Jaga Kesucian Ramadan

Oleh ,
Gubernur Aceh: Mari Jaga Kesucian Ramadan
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Gubernur Aceh drh. Irwandi Yusuf, M.Sc mengajak seluruh komponen masyarakat Aceh agar tetap menjaga kesucian bulan Ramadhan 1439H/2018M.

Bulan suci Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat kemuliaan Maghfirah dan memberi banyak hikmah sekaligus sebagai pendorong meningkatnya kadar keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Mari jadikan bulan suci tahun ini, sebagai upaya peningkatan kapasitas diri sebagai derajat Taqwa.

Gubernur Aceh drh. Irwandi Yusuf, M.Sc mengajak seluruh komponen masyarakat Aceh agar tetap menjaga kesucian bulan Ramadhan 1439H/2018M. Gubernur juga menyampaikan pesan moral tentang kegiatan yang perlu dilakukan sebagai perwujudan rasa suka cita menyambut bulan suci Ramadan tahun ini berikut petikannya;

Pertama:  Marilah kita saling maaf-memaafkan untuk membersihkan jiwa kita dari segala dosa yang terjadi akibat adanya kesalahan dan kekhilafan sepanjang kita berinteraksi sebagai sesama hamba Allah.

Kedua:  Persiapkan diri secara maksimal melalui aspek ruqyah, fikriyah, mental fisik dan materi. Aspek ruqyah dapat kita persiapkan sebagai memperbanyak ibadah, seperti qiyamullail, salat tarawih, membaca al-quran, berzikir, berdoa dan sebagainya. Persiapan fikriyah bisa dengan mendalami ilmu terutama yang terkait ibadah ramadan. Persiapan mental juga perlu dilakukan agar bulan ramadan bisa menjadi momentum memperbaiki diri dan menghilangkan penyakit batin, seperti fitnah, dengki, takabur dan lain-lain. Sedangkan aspek fisik dan materi dapat diperkuat dengan senantiasa menjaga kesehatan dan materi yang cukup untuk menunjang ibadah.

Ketiga: Luruskan dan kuatkan niat untuk memanfaatkan bulan ramadan tahun ini agar lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya, seraya kita tinggalkan semua perbuatan dan semua hal yang bisa membuat kita berdosa di hadapan Allah.

Empat: Kuatkan niat untuk melaksanakan ibadah zakat fitrah serta menuntaskan pembayaran zakat mal agar rangkaian ibadah wajib bisa terlaksana dengan lengkap dan sempurna. Salurkan zakat ke lembaga amil yang dikelola pemerintah, agar zakat yang terhimpun bisa menjadi kekuatan finansial yang besar bagi usaha memperbaiki kehidupan sosial umat Islam. Kita perlu juga meningkatkan aktivitas sosial dengan menyantuni anak yatim, fakir miskin dan kaum duafa, serta terlibat aktif dalam kegiatan mensiarkan Islam di bulan suci ramadhan.

Kelima: Saya meminta masyarakat Aceh untuk selektif menonton tayangan televisi yang meskipun judulnya bernuansa Islami, tapi terkadang isinya mengganggu kekhusyukan umat dalam menjalankan ibadah. kita ajak istri anak dan keluarga kita untuk menghidupkan bulan ramadan dengan sebagai aktivitas bermanfaat karena Rasulullah SAW membangunkan istri dan anak-anaknya untuk menghidupkan malam-malam di bulan ramadan.

Keenam: Saya mengimbau kepada generasi muda Aceh agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ramadan ini dengan perbuatan yang tidak bermanfaat dan mencelakakan diri sendiri, seperti balapan liar, bermain petasan dan lain sebagainya. Hindarilah hal-hal yang bisa merusak iman dan menghancurkan persatuan. Mari kita makmurkan masjid, meunasah dan tempat-tempat ibadah dengan berbagai kegiatan berupa ibadah fardhu berjamaah dan ibadah sunnah lainnya.

Ketujuh: Jangan jadikan ibadah puasa sebagai alasan mengurangi produktivitas kerja karena rasa lapar dan dahaga, tapi jadikanlah ibadah puasa sebagai dorongan untuk meningkatkan produktivitas, karena setiap amal baik yang kita laksanakan pada bulan suci ramadan dinyatakan sebagai ibadah yang mendapat pahala besar dari Allah SWT.

Kedelapan: kepada pemilik restoran warung kopi dan makanan agar mematuhi aturan yang berlaku dengan tidak berjualan mulai pukul 05.00 pagi hingga pukul 16.00 sore. Khusus untuk pusat hiburan, seperti hotel dan kafetaria dilarang menggelar aktivitas liburan selama bulan suci ramadan ini.

Kesembilan:  Kepada para ulama, da’i, tokoh masyarakat dan para pemuda sehingga untuk menjaga kedamaian dan harmonisasi kehidupan masyarakat dengan menyampaikan pesan-pesan menyejukkan, menyentuh hati dan menghindari perbedaan pendapat dalam melaksanakan ibadah.

Kesepuluh:  Kepada para aparatur Pemerintah Aceh, kami sudah mengeluarkan surat edaran tentang penetapan jam kerja pada bulan ramadan tahun ini. Selama ramadan memang ada sedikit berkurang jam kerja, namun saya minta kepada seluruh aparatur pemerintah di Aceh, agar tidak menjadikan ramadan ini untuk bersantai apalagi bermalas-malasan sebaliknya, mari kita tunjukkan kinerja yang baik dan tingkatkan amal ibadah, sehingga pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat dapat semakin optimal.

Pada kesempatan ini tidak lupa, saya dan keluarga mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Aceh dimanapun berada. Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan 1439 hijriah, semoga kita semua tergolong hamba Allah yang beruntung selama ramadan ini.

Marhaban...Ya...Ramadan. (advertorial)

Komentar

Loading...