Gubernur Aceh Nonaktif Irwandi Yusuf Divonis Tujuh Tahun

Gubernur Aceh Nonaktif Irwandi Yusuf Divonis Tujuh Tahun
Irwandi Yusuf (tengah) dalam sidang pledoi tanggal 1 April lalu |Foto: Antara

Irwandi juga dinilai terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp8,7 miliar.

KBA.ONE, Jakarta - Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf divonis tujuh tahun penjara setelah dinyatakan terbukti bersalah menerima suap dan gratifikasi.

Vonis disampaikan hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 8 April 2019 malam.Sebelumnya Irwandi dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Irwandi Yusuf disebut menerima suap Rp1,050 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Suap diberikan melalui staf dan orang kepercayaan Irwandi, yang disebutkan bernama Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri.

Uang tersebut disetor agar Irwandi mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Provinsi Aceh untuk menyetujui usulan Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Ahmadi sebelumnya telah mengusulkan kontraktor yang akan menggarap proyek pembangunan di Kabupaten Bener Meriah, dengan anggaran bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

Dinyatakan terima gratifikasi

Menurut jaksa, DOKA untuk Kabupaten Bener Meriah sebesar Rp108 miliar. Irwandi juga dinilai terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp8,7 miliar.

Sejak November 2017 hingga Mei 2018, Irwandi menerima uang melalui rekening bank, atas nama Muklis sebesar Rp4,2 miliar.

Lalu pada periode Oktober 2017 hingga Januari 2018, Irwandi menerima uang melalui Steffy Burase dari Teuku Fadhilatul Amri, sebesar Rp568 juta. Teuku Amri mengirim uang ke rekening milik Steffy Burase tiap kali diperintah oleh Teuku Saiful Bahri yang merupakan salah satu tim sukses Irwandi pada Pilkada Gubernur Aceh 2017.Menurut jaksa, sejak April 2018 hingga Juni 2018, Irwandi menerima gratifikasi melalui Nizarli yang merupakan Kepala Unit Layanan Pengadaan Provinsi Aceh.

Nizarli juga merangkap sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Aceh.

Irwandi dinilai menerima gratifikasi sebesar Rp 32,4 miliar.

Gratifikasi itu terkait dana biaya konstruksi dan operasional proyek pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, Aceh.Irwandi ditangkap tim KPK di Pendopo Gubernur Aceh, dengan bukti uang sebesar Rp500 juta, awal Juli 2018.

Komentar

Loading...