Gubernur Flamboyan itu Miliki Kekayaan Rp14,8 M

Gubernur Flamboyan itu Miliki Kekayaan Rp14,8 M
Irwandi Yusuf | Foto: Facebook

Dana Otsus tahun 2018 yang dikelola Aceh untuk kabupaten/kota di Aceh sebesar Rp8 triliun. Irwandi meminta fee 8 persen untuk setiap proyek yang didanai DOKA. | Basaria Panjaitan, Komisioner KPK.

KBA.ONE, Banda Aceh - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa 3 Juli 2018, kini resmi menjadi tersangka dan berstatus tahanan KPK RI. Tapi, cerita menarik dan dramatis di balik penangkapan Irwandi Yusuf dalam operasi senyap KPK selalu saja mengundang "birahi" media untuk menulis sosok kontroversial ini. 

Irwandi diciduk bersama Bupati Bener Meriah Ahmadi dan delapan orang lainnya karena diduga terlibat suap. Ia dituduh meminta fee sekitar 8 persen untuk setiap proyek yang menggunakan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Selasa kemarin, ketika ditangkap KPK, Irwandi baru disuapi paket kecil sebesar Rp500 juta dari Rp1,5 miliar yang dijanjikan oleh Ahmadi, Bupati Bener Meriah.

Uang itu, menurut Basaria Panjaitan, Komisioner KPK RI, merupakan fee ijon yang diminta Irwandi Yusuf untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA tahun 2018. "Pemberian suap kepada Irwandi Yusuf dilakukan melalui orang orang-orang dekat Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah yang bertindak sebagai perantara," kata Basaria.

Bahkan, tambah Basaria Panjaitan, Tim KPK masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya dalam rentang perjalanan pelaksanaan proyek-proyek besar di Aceh. 

Irwandi Yusuf dan pesawat pribadinya. | Foto: FB Irwandi.

Basaria mengaku sangat prihatin atas tertangkap tangannya kepala daerah, khususnya di lingkungan Provinsi Aceh. Soalnya, Aceh merupakan salah satu daerah, karena mengelola dana Otsus (DOKA), prioritas pendampingan KPK dalam upaya pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan.

"Dana Otsus tahun 2018 yang dikelola Aceh untuk kabupaten/kota di Aceh sebesar Rp8 triliun. Dana ini seharusnya menjadi hak masyarakat Aceh, justru KPK menemukan indikasi bagaimana DOKA menjadi bancakan dan dinikmati oleh sebagian oknum," ungkap Basaria.

Irwandi Yusuf sebelumnya sempat menjabat Gubernur Aceh periode 2007-2012. Ia saat ini juga menduduki posisi Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh. Pria flamboyan yang pernah menjadi petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu memiliki kekayaan mencapai Rp14,8 miliar. Irwandi gemar menyetir sendiri mobil mewah Jeep Rubicon miliknya jika ia hendak mengunjungi daerah kabupaten kota di Aceh.

Berdasarkan lembaran Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Irwandi yang dikutip CNNIndonesia.com, Rabu 4 Juli 2018, mantan juru runding GAM itu memiliki harta tak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp3,7 miliar.

Tanah dan bangunan milik Irwandi yang totalnya delapan bidang itu tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Bireuen, Aceh Besar, dan Banda Aceh.

Irwandi juga memiliki beberapa harta bergerak di antaranya mobil Toyota Vanguard, Jeep Wrangler, Land Rover, dan pesawat baling-baling mesin tunggal Shark Aero buatan Slovakia. Total nilai harta bergerak Irwandi itu sebesar Rp1,8 miliar.

Irwandi juga tercatat mempunyai simpanan logam mulia, batu mulia, dan harta bergerak lainnya sejumlah Rp235,7 juta. Ia turut menyimpan giro dan setara kas senilai Rp9,04 miliar. Irwandi tercatat tak memiliki utang.

Kronologi Penangkapan Irwandi Yusuf

Ini dia kronologi peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) KPK:

-Pada 3 Juli 2018 siang, tim KPK mengidentifikasi adanya penyerahan uang Rp500 jtua dari Muyassir/MYS (swasta) kepada Fadli/FD: (swasta) di teras hotel di Banda Aceh.

-MYS membawa tas berisi uang dari dalam hotel menuju mobil di luar hotel kemudian turun di suatu tempat dan meninggalkan tas di dalam mobil.

-Diduga setelah itu FDL menyetorkan uang tersebut ke beberapa rekening Bank BCA dan Mandiri sebesar masing-masing sekitar Rp 50 juta, Rp 190 juta dan Rp 173 juta.

-Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018.

-Sekitar pukul 17.00 WIB, tim mengamankan FDL dengan beberapa temannya di sebuah kafe di Banda Aceh.

-Tim kemudian mengamankan sejumlah orang lainnya di beberapa tempat terpisah di Banda Aceh, yaitu T Syaiful Bahri/TSB sekitar pukul 18.00 Wib di kantor rekanan. Dari tangan TSB diamankan uang RP 50 juta dalam tas tangan. 

Irwandi Yusuf dan  Saut Situmorang, Pimpinan KPK RI. | Foto: FB Irwandi.

-Tim kemudian mengamankan Hendri Yuzal/HY dan seorang temannya di sebuah kafe sekitar pukul 18.30 WIB.

-Selanjutnya tim bergerak ke pendopo gubernur dan mengamankan Gubernur Aceh Irwandi sekitar pukul 19.00 WIB.

-Pihak-pihak tersebut dibawa ke Mapolda Aceh

-Secara paralel, tim KPK lainnya di Kabupaten Bener Meriah mengamankan sejumlah pihak. Sekitar pukul 19.00 WIB tim mengamankan Bupati Bener Meriah Ahmadi bersama ajudan dan sopir di jalan di Takengon

-Sekitar pukul 22.00 WIB tim mengamankan DLM di kediamannya di Bener Meriah. Tim membawa mereka yang diamankan ke Mapolres Takengon, Aceh Tengah.

-Sebanyak 4 orang yaitu HY, IY, AMD dan TSB dibawa ke Jakarta, Rabu 4 Juli 2018 setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK.

"Setelah melakukan pemeriksaan 24 jam pertama dilanjutkan dengan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh Gubernur Aceh terkait pengalokasian dan penyaluran dana otonomi khusus Aceh tahun 2018 pada Pemprov Aceh," papar Basaria. 

 Irwandi keluar dari mobil barakuda sebelum diterbangkan ke Jakarta. |  Foto: Ist.

Sosok Irwandi Yusuf

Irwandi Yusuf lahir di Bireuen, Aceh, Indonesia, 2 Agustus 1960; umur 58 tahun. Dia Gubernur Aceh pertama setelah MoU Helsinki  (periode 2007–2012) dan gubernur Periode 2017 sampai sekarang. Bersama wakilnya Muhammad Nazar, ia dilantik pertama kali menjadi gubernur pada 8 Februari 2007 oleh Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma'ruf di hadapan 67 anggota DPR Aceh.

Pelantikan Irwandi saat itu juga dihadiri Duta Besar Inggris, Duta Besar Kanada, Duta Besar Finlandia, serta Wakil Duta Besar Amerika Serikat, perwakilan lembaga internasional, seperti Bank Dunia dan perwakilan dari Uni Eropa.

Pasangan ini memenangi perolehan suara di 15 dari 21 kabupaten atau kota di Aceh. Namun, ia kalah di Kota Banda Aceh, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Singkil, dan Aceh Tamiang. 

Irwandi Yusuf dan Darwati A Gani, Istrinya. | picture-alliance/dpa

Pada kontestasi gubernur 2012, Irwandi maju melalui jalur independen berpasangan dengan Muhyan Yunan.  Tapi, ia kalah oleh pasangan Zaini Abudullah-Muzakir Manaf yang diusung Partai Aceh (PA) dan gabungan parnas. Perolehan suara Irwandi waktu itu 694.515 atau 29,18 persen, sedangkan Zaini-Muzakir memperoleh suara 1.327.695 suara atau 55,75 persen.

Kalah pada pertarungan kedua, Irwandi tak lantas menyerah. Pada Pemilihan Gubernur Aceh 2017 Irwandi maju berpasangan dengan Nova Iriansyah (Partai Demokrat). Pasangan ini unggul dengan perolehan 898.710 suara, mengalahkan pasangan Muzakir-TA Khalid yang memperoleh 766.427 suara, selisih 132.283 suara.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melantik Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022, Rabu 5 Juli 2017, dalam Sidang Istimewa DPRA, dipimpin Tgk Muharuddin, ketua DPR Aceh.***

Komentar

Loading...