Hari Ini Rakyat Australia Memilih Pemimpin Baru

Hari Ini Rakyat Australia Memilih Pemimpin Baru
Rakyat Austrlaia menggelar pemilihan umum pada Sabtu (18/5). (Saeed KHAN / AFP)

Calon perdana menteri Bill Shorten dari Partai Buruh percaya diri bisa memimpin pemerintahan dengan suara mayoritas.

KBA.ONE, Jakarta - Warga Australia, hari ini pada Sabtu 18 Mei 2019 mendatangi berbagai tempat pemungutan suara untuk menentukan pilihan dalam pemilu yang hasilnya tampak akan ditentukan oleh kebijakan mengenai perubahan iklim.

Antara 16-17 juta pemilih diperkirakan akan memberikan suara di negara ini dengan partai oposisi yaitu Partai Buruh yang berhaluan kiri-tengah diprediksi akan menang. 

Memberikan suara di Melbourne, calon perdana menteri Bill Shorten dari Partai Buruh percaya diri bisa memimpin pemerintahan dengan suara mayoritas setelah hasil survei terakhir menunjukkan keunggulannya bertambah.

"Hari ini adalah harinya rakyat," ujar Bill Shorten. "Entah itu membeli 'sosis demokrasi', anak-anak memakan sedikit gula-gula, kue, atau apapun itu, dan kemudian memberikan pilihan."

"Jika rakyat Australia memilih untuk menghentikan kekacauan dan memilih untuk bertindak dalam menyikapi perubahan iklim, kami akan siap untuk memulainya besok juga."

Beberapa pekan lalu, Perdana Menteri Scott Morrison dari partai konservatif Liberal diperkirakan akan kalah telak. 

Namun dengan menggunakan strategi kampanye negatif dan disokong oleh media-media sayap kanan, ia bisa mengecilkan selisih. Morrison menargetkan para pemilih yang lebih tua dan kaya yang akan mendapatkan potongan pajak lebih sedikit jika pemerintahan dipimpin partai buruh. 

Pada satu malam sebelum pemilihan, Morrison memprediksi bahwa pemilu kali ini akan jadi yang paling ketat dalam beberapa pemilu terakhir.

Namun kemarahan masyarakat atas ketidakmampuan pemerintahan Morrison dalam menghadapi perubahan iklim bisa menjadi pembeda kedua partai. 

Australia yang terus diterpa banjir, kebakaran, serta kekeringan membuat isu perubahan iklim jadi topik panas, dari semula kerap diabaikan. 

Di area-area pertanian yang memiliki basis pemilih konservatif, para petani yang terkena dampak perubahan iklim ini menuntut aksi yang lebih nyata. Sementara di daerah-daerah yang penduduknya lebih sejahtera juga terjadi perubahan, dengan kandidat yang lebih memperhatikan alam dan ekosistemnya mulai mendapat perhatian. 

Di Sydney bagian utara, mantan Perdana Menteri Tony Abbott yang pernah mengatakan perubahan iklim sebagai "sampah" tampak akan kehilangan kursi di parlemen yang sudah ia duduki hampir selama dua dekade. Penantangnya adalah seorang atlet ski dan juga pengacara yang maju melalui jalur independen, Zali Steggall. 

Bill Shorten berjanji untuk meningkatkan energi terbarukan, sementara partai Liberal berjanji untuk tidak mempertaruhkan ekonomi mereka yang ditopang oleh industri batu bara demi membuat udara lebih bersih. 

Australia adalah salah satu negara pengekspor batu bara terbesar di dunia, dan industri tersebut selama bertahun-tahun menyediakan lapangan pekerjaan i aera Timur Laut. 


(vws)

Komentar

Loading...