Hina Darwati, Pemilik Akun Timphan Aceh Ditangkap

Hina Darwati, Pemilik Akun Timphan Aceh Ditangkap
Direktur Ditreskrimsus Kombes Erwin Zadma (kiri) didampingi Kabidhumas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar saat konferensi pers Kamis 12 April 2018. Kba/ Arman

Tersangka ditangkap karena dinilai mencemarkan nama baik atau ujaran kebencian (hate speech) melalui kalimat dalam status akun facebooknya Timphan Aceh.

KBA.ONE, Banda Aceh - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditresrimsus) Polda Aceh menangkap MJ, pria penyebar ujaran kebencian atau hate speech terhadap Darwati A. Gani, Istri Gubernur Aceh. Polisi mengamankan 1 unit telephon genggam merk Oppo yang digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian melalui akun Timphan Aceh milik pelaku.

"Tersangka kita tangkap terkait pencemaran nama baik atau ujaran kebencian (hate speech). Kalimat dalam status akun facebooknya menyinggung langsung pada pribadi Darwati," kata Direskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Erwin Zadma dalam konferensi pers, Kamis 12 April 2018.

Menurut Erwin, MJ ditangkap di Jalan Panjaitan, Kelurahan Pasar Baru, Tanjung Balai, Sumatera Utara saat akan menuju Malaysia, Sabtu 7 April 2018 sekira pukul 15.00 WIB. Warga kabupaten Pidie tersebut diduga mengetahui dirinya menjadi incaran petugas setelah setelah 7 pengacara Darwati A.Gani, melapor ke Polda Aceh, Senin 2 April lalu.

"Mungkin dia sudah mengetahui pengacara korban melapor sehingga berupaya kabur ke Malaysia. Sebelumnya diberdomisili di Aceh Besar," kata Erwin yang turut didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Kombes Misbahul Munauwar.

Erwin mengatakan persaingan politik diduga menjadi motif pelaku yang merupakan kader salah satu partai lokal di Aceh itu, memfitnah Darwati dengan kata-kata kotor dan tidak etis. Pelaku lanjut Erwin, akan dijerat Pasal 27 ayat 3 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 4 tahun.

"Karena ancaman hukumannya dibawah 5 tahun pelaku ini tidak kita tahan tapi tetap menjalani proses hukum. Dia kader salah satu partai lokal Aceh yang tak lulus verifikasi. MJ masih kita periksa dan baru dia terangkannya. Foto Darwati yang diunggah MJ dia dapat dari teman Facebooknya kemudian dia share," kata Erwin.

Menurut Erwin, selain pemilik akun Timphan Aceh, pihaknya masih memburu pemilik akun Alfi Kuta Pasee yang turut dilaporkan karena melakukan pencemaran nama baik terhadap Darwati. Polisi kata Erwin telah mengantongi nama dan identitas korban hanya belum berhasil melakukan penangkapan.

"Kami mengimbau agar masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak membuat ujaran atau penilaian terhadap orang lain yang belum tentu kebenarannya," kata Erwin.

Seperti diberitakan 7 pengacara Darwati A Gani melaporkan akun Timphan Aceh dan Alfi Kuta Pasee setelah kedua akun media sosial tersebut dinilai memfitnah sang First Lady Aceh. Kedua akun memposting foto saat Darwati bersama beberapa pria yang salah satunya merupakan pria yang tertangkap dalam kasus prostitusi online oleh polresta Banda Aceh. Padahal foto tersebut merupakan foto yang beredar sejak 2014, namun pemilik kedua akun mengaitkannya dengan kasus tersebut.

“Saat Darwati berfoto ia mengaku tidak kenal background dengan orang yang meminta foto tersebut. Belakangan diketahui, salah seorang laki-laki yang ada di foto itu ternyata menjadi tersangka dalam kasus prostitusi online. Kasus ini sebagai pembelajaran terhadap penyebar berita fitnah," kata Sayuti Abu Bakar, Ketua Tim Kuasa Hukum Darwati, Senin 2 April 2018. lalu.

Komentar

Loading...