Hujan dan Petir Warnai Seleksi Karateka Tingkat SD di Banda Aceh

Hujan dan Petir Warnai Seleksi Karateka Tingkat SD di Banda Aceh
Para karateka putri perguruan Gabdika Shitoryu Kai Banda Aceh saat tampil di O2SN di Banda Aceh |Foto: KBA.ONE

KBA.ONE, Banda Aceh - Hujan lebat mengguyur Kota Banda Aceh siang menjelang sore hari, pada 10 Juli 2019 tidak menjadi hambatan untuk para karateka muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)  Tingkat Sekolah Dasar (SD) Cabang Olahraga Karate Provinsi Aceh. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Kempo, komplek Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, 8 s.d 11 Juli 2019.

Hal serupa ditunjukan oleh karateka yang berasal dari Perguruan Gabdika Shitoryu Kai Banda Aceh. Mereka terlihat tak gentar saat menghadapi lawan pada kategori kumite.

Sensei Perguruan Gabdika Shitoryu Kai Banda Aceh, Zaki Musa yang ditemui KBA.ONE selepas pertandingan mengatakan mereka telah melakukan persiapan sejak sebelum bulan puasa untuk ajang ini.

"Tahapan seleksi O2SN inikan UPTD, Gugus, Kabupaten, Provinsi, dan Nasional. Juga ada Tingkat Internasionalnya. Dan kita Alhamdulillah, hari ini dari perguruan Gabdika ada 3 anak, 2 putri dan 1 putra," jelas Zaki.

Meski tidak meraih juara 1, karateka putri dari perguruan Gabdika tetap menorehkan prestasi ditahap seleksi O2SN tingkat Provinsi kali ini.

Aurin, 11 tahun, mampu meraih juara 3 dikategori yang berbeda. Karateka muda asal Aceh Selatan itu menduduki peringkat 3 Kata dan Kumite.

"Kita sudah lihat bersama tadi dan inilah hasil yang sudah kita raih," kata Zaki mengomentari jalannya pertandingan.

"Kita ingin anak-anak kita tampilkan yang terbaik, tapi Allah lah yang menentukan. Dan namanya pertandingan, kalah menang sudah pasti ada," tambahnya walaupun terselip sedikit kekecewaan.

Ia pun mengakui ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil dari pertandingan. "Rasa gugup, kinerja wasit dan juri, ikut mempengaruhi. Tapi kita tidak ingin saling menyalahkan, hari ini inilah hasil anak-anak kita dari Gabdika," ujar Zaki.

Perguruan Gabdika sudah 3 tahun eksis mengikuti ajang serupa, bahkan diedisi tahun 2017 karateka putri dari Gabdika, Nazwa, mampu meraih juara 1 ditingkat Provinsi dan Nasional. Sehingga menjadi perwakilan Indonesia di tingkat Internasional di Belgia. "Untuk tahun ini Najwa juga tetap masih ikut, tapi sudah ditingkat SMP," ungkapnya.

Selain itu, Gabdika juga pernah mengirimkan karateka mereka untuk mengharumkan nama Indonesia pada ajang Internasional, pertengahan tahun lalu di Kuala Lumpur. Pada ajang tersebut, Gabdika meraih juara pada Kata perorangan oleh Nazwa, juara 3 Kata perorangan oleh Didi, dan juara 3 kata beregu.

Prestasi  yang berhasil tersebut menunjukan perguruan Gabdika secara konsisten mampu menunjukkan taringnya dicabang olahraga karate nasional hingga internasional.

Meski untuk tahun ini tidak menjadi perwakilan Aceh ditingkat Nasional, Zaki mengatakan akan  mempersiapkan "anak-anaknya" untuk menghadapi beberapa event kedepan.

"Kedepannya kita ada event POPDA dan Major pada bulan 12 di Kuala Lumpur. Selain itu juga ada dari Gabdika sendiri, 50 tahun Gabdika, Gabdika Emas, tingkat Nasional di Jakarta," katanya.

Diakhir wawancara, terlihat Zaki, sebagai pelatih tim memberikan suntikan semangat dan motivasi kepada salah satu karatekanya yaitu Putri. Agar Putri yang kini duduk dibangku kelas 5 SD, tetap percaya diri dan berusaha untuk meraih hasil yang lebih baik ditahun mendatang. Tahun terakhir Putri dapat mengikuti O2SN untuk tingkat Sekolah Dasar. |Teti Sundari, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...