IGRA, si Pendeteksi Imunitas pada Pasien TB  

IGRA, si Pendeteksi Imunitas pada Pasien TB  
Ilustrasi | shutterstock

Disarankan bagi pengidap TB aktif untuk mengenakan masker, menutup mulut ketika batuk dan bersin, serta tidak meludah sembarangan. Selain itu, Anda sudah harus berobat secara rutin sesuai prosedur medis.

ADA apa dengan IGRA? Sedianya, setiap tahun tanggal 24 Maret, dunia memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia. Peringatan tersebut mengingatkan kita untuk meningkatkan kesadaran tentang bahayanya penyakit Tuberculosis (TB) dan berupaya untuk memberantas TB sampai tuntas.    

Sejarah mencatat tepatnya tanggal 24 maret 1882 sekitar 137 tahun silam, seorang ilmuan jerman bernama Robert Heinrich Herman Koch, mengumumkan bahwa  telah menemukan bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri tersebut  merupakan  penyebab dari penyakit yang dapat menimbulkan kematian yaitu penyakit Tuberculosis (TB).  

Penyakit Tuberculosis (TB) merupakan penyakit ganas, menduduki posisi ke 2 setelah HIV sebagai penyebab kematian di dunia. Indonesia pun merupakan negara ke 3 yang mempunyai penderita TB terbanyak di dunia setelah India dan China. Ternyata, setelah lebih dari satu abad penemuan bakteri penyakit TB, penyakit TB masih belum bisa diberantas tuntas hingga kini.

Seperti dilansir Indah Nong di Kompasiana  24 maret 2018. Dan Pada dasarnya penularan TBC tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung bakteri TB dapat langsung sakit. Seyogyanya Bakteri yang berada di udara bisa bertahan berjam-jam sebelum akhirnya terhirup.

Ketika terhirup, tubuh yang memiliki sistem imunitas kuat akan segera membunuh bakteri yang masuk. Orang-orang yang berisiko tinggi terkena penularan TBC adalah mereka yang sering bertemu atau berdiam di tempat yang sama dengan penderita, seperti keluarga, teman sekantor, atau teman sekelas.

Ketika terhirup dan sistem imun tidak berhasil menyingkirkan bakteri, maka bakteri akan berdiam di paru-paru. Pada kebanyakan kasus, bakteri yang terhirup akan berdiam di paru tanpa menimbulkan penyakit atau menginfeksi orang lainnya. Bakteri tetap ada di tubuh sambil menunggu saat yang tepat untuk menginfeksi, yaitu ketika daya tahan tubuh sedang rendah/turun.

Ada dua kondisi yang mungkin terjadi ketika seseorang menghirup bakteri TB, yaitu:

Laten

Laten adalah kondisi ketika tubuh sudah didiami oleh bakteri TB. Ketika sistem kekebalan tubuh sedang baik, sistem imunitas dapat menghalau bakteri, maka bakteri tidak menyerang dan Anda tidak terinfeksi TB.

Anda pun tidak mengalami gejala-gejala penyakit TB dan tidak berpotensi menulari ke orang lain. Meski begitu, bakteri dapat aktif dan menyerang Anda kembali sewaktu-waktu, terutama saat sistem kekebalan tubuh sedang melemah. Karenanya, meskipun masih dalam kondisi laten, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan pengobatan antibiotik guna mencegah penyakit TB.

Apabila seseorang dalam keadaan laten TB tidak mendapatkan perawatan, potensi untuk terjadinya penyakit TB adalah 5-10 % lebih tinggi dibandingkan seseorang yang menjalani pencegahan.

Pengidap TBC aktif

Ini adalah kondisi Anda yang sudah mengidap penyakit TB. Bakteri pada tubuh Anda telah aktif sehingga Anda mengalami gejala-gejala penyakit TB selain turut berpotensi menulari orang lain.

Disarankan bagi pengidap TB aktif untuk mengenakan masker, menutup mulut ketika batuk dan bersin, serta tidak meludah sembarangan. Selain itu, Anda sudah harus berobat secara rutin sesuai prosedur medis agar cepat sembuh dan mencegah terjadinya kekebalan bakteri terhadap obat TB (kutipan dari alodokter).  

Berbicara tentang IGRA  bukanlah sebuah  nama orang tetapi singkatan dari Interferon-Gamma Releasing Assay yang dapat mendeteksi kuman Tuberculosis dengan menggunakan sampel darah. Test ini memiliki akurasi dan presisi tinggi serta hasil yang lebih cepat. IGRA merupakan terobosan teknologi yang lebih ringkas.

TB Mycobacterium yang masuk ke dalam tubuh tetapi tidak menimbulkan penyakit di sebut juga dengan TB Laten, biasanya tidak disertai dengan gejala. Namun infeksi TB Laten juga dapat beresiko untuk berkembang menjadi TB aktif di kemudian hari. Sedangkan TB aktif sendiri merupakan adanya infeksi TB yang ditandai timbulnya gejala spesifik dan penyebab dari kedua hal tersebut yaitu paparan dari Mycobacterium TB yang dapat menyebabkan infeksi.

Pemeriksaan IGRA pada sampel darah darah berfungsi mendeteksi ada atau tidaknya infeksi Mycobacterium TB pada seseorang, baik aktif maupun laten namun bukan untuk mendiagnosa sakit atau tidak. Hal ini untuk dapat membedakan antara orang sakit dan  yang terinfeksi TB. Selain itu IGRA juga dapat menjadi pilihan pengganti TST/Mantoux tes dan sebagai tes skrining laten pada kelompok resiko tinggi. 

Sasaran pemeriksaan IGRA pada TB laten dengan menggunakan metode Elisa yaitu mereka yang terlihat sehat tetapi berada di sekitar area infeksi Mycobacterium TB seperti kontak serumah penderita TB, petugas yang menangani tentang TB dan pasien TB itu sendiri. Upaya pemerintah dalam mengurangi penderita TB tidak akan berjalan baik jika tidak ada kesadaran dari diri kita sendiri, karena pencegahan terbaik justru berasal dari diri kita sendiri.

Mari kita lebih peduli dengan penyakit yang bisa merenggut nyawa yaitu Tuberculosis. Lakukan pemeriksaan dini terhadap diri kita sendiri, anggota keluarga, kerabat, dan tetangga apabila menderita batuk-batuk dalam waktu yang lama dan berat badan menyusut. Bahkan kita juga harus lebih peka terhadap orang –orang yang kelihatan sehat tetapi selalu berinteraksi dengan penderita Tuberculosis yaitu dengan pemeriksaan IGRA pada sampel darah.

Penulis: Sari Hanum, SKM dan Maulidar AMAK, Teknisi Litkayasa Pelaksana di Balai Litbangkes Aceh. 

Referensi Bacaan 1.Gatra, terbitan 23/xxi 15 April 2015 majalah berita mingguan tgl 18 Feb 2019 (arsip gatra.com/2015/majalah/artikel. 2. Kimia Farma Diagnostika, tgl 18/2/19,situs resmi lab klinik 3. Kompasiana, www.kompasiana.com. 4. Alomedika, www.alomedika.com. 18/2/195.  www.depkes.go.id 18/2/196. Alodokter,tgl 18 maret 2019
     

Komentar

Loading...