Soal Undangan Tes Baca Alquran

Ikatan Da'i Aceh Tunggu Jawaban Capres

Ikatan Da'i Aceh Tunggu Jawaban Capres
Ketua dewan pimpinan ikatan Da'i Aceh Tgk. Marsyuddin Ishaq memperlihatkan softcopy undangan tes baca Al Qur'an yang dikirim kepada calon presiden |Foto: Try Vanny

KBA.ONE, Aceh Utara – Ikatan Dai Aceh menunggu jawaban calon presiden Joko Widodo nomor urut 01 dan Prabowo Subianto dengan nomor urut 02 hingga 9 Januari 2019 untuk kesediaan mengikuti uji mampu membaca Al Quran di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Hingga hari ini, Selasa 1 Januari 2019, kedua calon presiden itu belum mengirimkan jawaban atas undangan dari organisasi da’i itu untuk mengikuti tes mampu baca Quran yang direncanakan pada 15 Januari 2019.

“Surat undangan sudah kita sampaikan. Kami yakini sudah diterima oleh kedua calon presiden," kata Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Da’i Aceh, Tgk. Marsyuddin Ishaq yang dijumpai KBA.ONE, Selasa 1 Januari 2019.

Niatan para da'i menggelar uji baca Quran ini, kata Marsyuddin,  sebenarnya ingin membantu kedua calon presiden. "Keduanya kita hormati, namun selalu saja ada isu miring soal keislaman keduanya. Nah, ini salah satu cara kita membantu keduanya,” kata Marsyuddin.

Dia menyebutkan standar yang digunakan dalam uji mampu baca Quran itu terbilang mudah. Hanya tepat huruf dan tepat bacaan sehingga tidak berubah makna dan arti. “Bukan standar seperti Qori/Qoriah,” katanya.

Menurut Marsyuddin, mereka masih menunggu jawaban dari kedua calon presiden tersebut. Misalnya, jika keduanya meminta jadwal diundur, organisasi itu pun siap melakukan penyesuaian.

“Jika keduanya minta tanggal lain, di luar tanggal 15 Januari, kita juga setuju," katanya.

Marsyuddin mengaku paham kesibukan kedua calon presiden itu. Apalagi jika dilihat dari pemberitaan media massa, sejauh ini keduanya mengaku siap, hanya meminta kejelasan standarnya. "Namun secara tertulis dari kedua calon presiden kita belum terima surat apa pun sebagai jawaban undangan kita,” katanya.***

Komentar

Loading...