Importir Keluhkan Aturan Ekspor Impor di Sabang

Importir Keluhkan Aturan Ekspor Impor di Sabang
Pekerja mengeluarkan barang dari gudang salah satu impotir Sabang yang di cegah Bea dan Cukai. Foto : Ist.

KBA.ONE, Sabang – Tokoh masyarakat Kota Sabang mengeluh karena proses ekspor impor di wilayah tersebut masih sulit. Meski berstatus pelabuhan dan kawasan perdagangan bebas (freeport and free trade zone), sejumlah peraturan dinilai sangat menyulitkan para importir memasok barang ke Sabang.

"Kita ingin kejelasan terutama dari Bea Cukai. Perekonomian Sabang seharusnya sudah bangkit sejak ditetapkan sebagai pelabuhan bebas, tapi ada sejumlah aturan yang masih menghambat," kata Tokoh masyarakat Sabang, Adnan Hasyim, Rabu 06 Juni 2018.

Pernyataan disampaikan Adnan terkait insiden pencegahan keluarnya barang-barang impor dari gudang milik salah satu importir di Kota Sabang oleh Bea dan Cukai, Selasa kemarin. Informasi diperoleh KBA, pencegahan dilakukan Bea dan Cukai karena importir belum memperlihatkan kelengkapan dokumen dari barang-barang impor yang akan dikeluarkan dari gudang.

“Kemarin kita demo karena ingin kejelasan. Barang yang masuk di gudang sudah sesuai izin makannya kita keluarkan dan sesuai dengan manifes, tapi kenapa tidak boleh?Padahal dijual hanya untuk wilayah Sabang bukan keluar," kata pria yang akrab disapa Yahnan itu.

Yahnan berharap Bea dan Cukai berkordinasi dengan pihak terkait agar masyarakat Sabang tidak dirugikan. Kejadian tersebut tambah Adnan, tidak perlu terjadi Sabang bersatus pelabuhan dan kawasan perdagangan bebas sebagaimana Undang-undang Nomor.37 tahum 2000.

"Salah satu upaya membangkitkan Sabang tentu dengan mendatangkan investor atau dengan kegiatan ekspor impor barang, tapi kalau hari ini masih saja ada aturan yang kaku bagaimana kegiatan itu berjalan," tanya Adnan.

Terpisah, Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea dan Cukai Sabang, Arif Tri Handoko menyesalkan protes yang disampaikan importer. Arif mengaku akan berkordinasi dengan instansi terkait dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

“ Semua bisa dikomunikasikan dengan cara-cara yang lebih baik dan kita akan menggelar pertemuan dengan semua pihak terkait. Pemilik barang berjanji akan membawa daftar manifest dan kelengkapan administrasi seluruh barang yang diimpor,” kata Arif.

Arif mengatakan pihaknya tidak akan menghambat upaya importer untuk mendatangkan barang-barang dari luar selama proses yang dilakukan importer sesuai prosedur. Menurut Arif, ada beberapa prosedur yang harus dipatuhi importir jika ingin memasukkan barang misalnya harus dilengkapi daftar manifest barang yang diimpor.

Barang yang import lanjut Arif, harus memiliki ijin kepabeanan, salah satunnya kapal yang membawa barang import harus ditambat di dermaga BPKS Sabang. Jika kapal ditambat di dermaga lain, kapal juga harus dilengkapi izin.

Arif mengaku Bea dan Cukai sangat mendukung kegiatan ekspor – impor di Sabang, namun importir juga harus melengkapi dokumen barang yang diimpor. Hal tersebut karena undang-undang telah mengatur jenis barang yang diperkenankan masuk ke Sabang.

“Selama barang yang diimpor tidak menyalahi undang-undang dan importer bisa memperlihatkan kelengkapan surat-menyuratnya, kita persilahkan (masuk). Saya berharap besok permasalahan ini dapat diselesaikan pemilik barang, apalagi sebentar lagi kita memasuki cuti lebaran,” kata Arif.

Kontributor: Diki Arjuna

Komentar

Loading...