Isu Pemakzulan Terdengar Usai Pemerintah Aceh Bertemu DPR Aceh di Meuligo Wagub

Isu Pemakzulan Terdengar Usai Pemerintah Aceh Bertemu DPR Aceh di Meuligo Wagub
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Foto: humas Pemerintah Aceh

“Keduanya sepakat untuk kembali membahas anggaran bersama. Tidak lagi soal tanggal.”

KBA.ONE, Banda Aceh – Pemerintah Aceh meminta penjadwalan ulang kembali pembahasan APBA 2018 kepada DPR Aceh. Hal ini disampaikan Ahad malam lalu saat pemimpin DPR Aceh bertemu dengan Wakil Gubernur yang juga dihadiri Tim Anggaran Pemerintah Aceh.

"Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa gubernur meminta penjadwalan ulang pembahasan APBA,” kata Anggota Badan Anggaran DPR Aceh, Nurzahri, Selasa, 6 Februari 2018.

Permintaan itu, kata Nurzahri, hanya disampaikan secara lisan. DPR Aceh lalu meminta agar Pemerintah Aceh mengajukan permintaan secara tertulis, sebagai dasar DPR Aceh menjadwalkan ulang pembahasan anggaran.

DPR Aceh juga meminta Pemerintah Aceh untuk tidak mematok tanggal seperti kemarin (5 Februari), karena mereka ingin pembahasan anggaran dapat optimal untuk mengetahui semua program-program yang direncanakan dan sesuai aturan.

Nurzahri mengatakan Pemerintah Aceh takut dengan isu pemakzulan kepada Gubernur Aceh jika proses APBA tidak dibahas. Namun Nurzahri menghormati niat Pemerintah Aceh yang ingin menjadwalkan kembali pembahasan anggaran.

“Tapi jangan sudah meminta bahas dan kirim surat, namun tidak datang lagi. Itu pelecehan. Sudah banyak sekali waktu yang terbuang sia-sia kemarin,” ujar Nurzahri.

Sementara itu Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin membenarkan permintaan dan pertemuan dengan Pemerintah Aceh tersebut. “Kami masih menunggu surat resmi dari Pemerintah Aceh,” kata dia.

Juru bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata mengatakan pertemuan itu dilaksanakan di rumah dinas Wakil Gubernur, Nova Iriansyah. Jumat pekan lalu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Tgk Muharuddin bertemu secara informal saat berunjuk rasa di depan Masjid Raya Baiturrahman menolak keberadaan LGBT.

“Hal ini terjadi karena adanya kebesaran jiwa dari Pak Gubernur dan Pak Muharuddin, sehingga kemudian Pak Wagub menjadi tuan rumah pertemuan tersebut,” kata Wira. “Keduanya sepakat untuk kembali membahas anggaran bersama. Tidak lagi soal tanggal.”

Wira juga mengatakan pertemuan itu tidak terkait dengan keberanian Gubernur Aceh menetapkan APBA lewat peraturan gubernur. Wira mengatakan pemerintah berusaha agar penyusunan RAPBA sesuai prosedur, tahapan dan aturan.

“Penundaan waktu sedikit lagi masih dimungkinkan jika memang kedua belah masih mau membahasnya. Karena, kalaupun di-pergub, toh masih perlu waktu juga untuk prosesnya,” kata Wira.

Komentar

Loading...