Jadi Lokasi PKA VII, Kebersihan Museum Tsunami Menuai Kritik   - Kota - Kantor Berita Aceh (KBA)

Jadi Lokasi PKA VII, Kebersihan Museum Tsunami Menuai Kritik  

Jadi Lokasi PKA VII, Kebersihan Museum Tsunami Menuai Kritik  
Pengujung duduk disekitar kolam di Gedung Museum Tsunami Aceh, Kamis 9 Agustus 2018. Photo: Ghifari Afmar.

KBA.ONE, Banda Aceh - Selain Taman Ratu Safiatuddin di Kawasan Lampriet, Kecamatan Kuta Alam, rangkaian event Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke VII juga digelar di sejumlah lokasi di Kota Banda Aceh, salah satunya Museum Tsunami Aceh. Sayangnya suasana gedung di Jalan Sultan Iskandar Muda, Gampong Sukaramai itu, dikeluhkan pengunjung yang ingin menyaksikan rangkaian kegiatan PKA.

Afri salah seorang pengunjung di Museum Tsunami Aceh mengaku kecewa melihat kondisi gedung yang dibangun untuk mengenang korban tsunami tersebut. Menurutnya, meski dipilih menjadi salah satu lokasi menggelar kegiatan PKA, suasana di Museum Tsunami Aceh, sangat tidak nyaman karena kondisi beberapa fasilitas yang jorok seperti kolam yang berada di lantai pertama museum.

"Lihat saja kolamnya, tidak terurus dengan baik. Airnya bercampur lumpur, belum lagi sampah-sampah berserakan di sekitar kolam. Kesannya seperti tidak terurus, padahal ini menjadi lokasi PKA juga yang banyak dikunjungi tapi sangat tidak nyaman," kata Afri kepada KBA.ONE, Kamis 9 Agustus 2018.

Sebagai tempat yang dipilih untuk menggelar rangkaian kegiatan PKA, Panitia kata Afri harusnya memperhatikan kondisi kebersihan gedung yang dibangun tahun 2009 tersebut. Apalagi lanjut Afri, ajang PKA merupakan event memperkenalkan kebudayaan dan adat istiadat Aceh.

"Kalau kondisinya seperti ini (jorok) kesan yang tampak tidak baik bagi Aceh. Panitia harusnya tidak mengabaikan kebersihan setiap lokasi PKA. Apalagi anggarannya juga besar," kata Afri.

Salah seorang penjaga Museum Tsunami Aceh yang ditemui KBA.ONE menuturkan kondisi tersebut terjadi akibat kerusakan pompa air. Akibatnya, air tidak mengalir dengan lancar di kolam yang turut dihiasi beberapa jenis ikan.

"Sebenarnya kolam sedang proses pembersihan, namun karena kerusakan pada pompa air kondisinya seperti itu, Perbaikan (pompa air) membutuhkan biaya besar," kata pria yang enggan namannya diwartakan itu.

Museum Tsunami Aceh adalah bangunan yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk mengenang bencana gempa bumi dan tsunami tahun 2004 silam. Sejak resmi dibuka, gedung yang terletak di Pusat Kota Banda Aceh itu selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kontributor Ghifari Afmar.

Komentar

Loading...