Jalan Rp4 Miliar di Pidie Diduga Dibangun Asal Jadi

Oleh ,
Jalan Rp4 Miliar di Pidie Diduga Dibangun Asal Jadi
Ruas jalan Tijue-Sanggeu, Kecamatan Pidie, | KBA.ONE: Marzuki.

KBA.ONE, Pidie- Ruas jalan, Tijue-Sanggeu, Kecamatan Pidie, sepanjang 2 Kilometer dengan nilai kontrak Rp4 miliar, diduga dikerjakan asal jadi dan berujung keluhan masyarakat setempat.

Sejumlah masyarakat Simpang Labui kepada KBA.ONE, Senin12 Juli 2019, mengatakan jalan sepanjang 2 kilometer lebih itu, beberapa titik diduga dikerjakan tidak  sesuai. Pasalnya, jalan lama tidak dikeruk dan hanya dibersihkan menggunakan alat berat greder. Setelah itu, kata warga, langsung pemadatan dan ada yang tidak dibangun talut penahan badan jalan  di bagian rawan longsor.

"Setau kami, saat dibangun ruas jalan itu, hanya dikeruk aspal lama kemudian ditimbun lagi ke badan jalan. Jika begini kami kuatir kalau nantinya dilintasi truck bermuatan berat," ujar seorang warga kepada KBA.ONE

Selain itu, menurut warga setempat, aspal hot mix nya juga terasa tipis dan tidak mulus. Di beberapa titik tampak bergelombang dan masih terlihat jelas kerikil yang menempel di badan jalan dan berbekas seperti kerutan.

Tapi, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, Tantawi kepada KBA.ONE, Selasa 12 Juli 2019, membantah tudingan warga itu. Katanya, pembangunan ruas jalan Tijue - Sanggeue sepanjang 2 kilometer sudah sesuai dan tidak ada akal- akalan.

Ruas jalan tersebut, ujar, Tantawi, ketebalannya 6 sentimeter, lebar 4 meter dan ada dibangun talud pengaman badan jalan. Beberapa tempat pengaman badan tidak dibangun karena tidak ada dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

"Ada beberapa titik dibangun talud penahan badan jalan, sedangkan di beberapa kawasan lainnya memang tidak dibangun karena tidak ada dalam RAB," ujarnya.

Pihaknya, sebut Tantawi, tidak ada maksud untuk mengurangi volume dan dikerjakan sudah sesuai RAB.

"Tidak ada upaya untuk melakukan pengurangan volume, kecuali hanya untuk evesiensi," ungkapnya.

Menurut data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Pidie, proyek  bernilai kontrak Rp4 miliar itu dimenangkan dan dikerjakan oleh CV. Graha Nusantara (GN)  sejak Mai 2019. ***

Komentar

Loading...