Janjikan Pegawai dan Ambil Duit, Dua Calo ASN Ditangkap Polisi

Janjikan Pegawai dan Ambil Duit, Dua Calo ASN Ditangkap Polisi
Ilustrasi | Ist

Ketiga korban diminta uang pelicin senilai Rp86 juta, tapi yang dijanjikan tidak pernah terwujud.

 KBA.ONE, Banda Aceh - Hati-hati jika ingin melamar pekerjaan di jajaran pemerintahan, banyak oknum ASN menawarkan jasa calo. Baru-baru ini, seorang aparatur sipil negara (ASN) di instansi Kesbangpol Banda Aceh berinisial IY, 36 tahun, warga Ulee Kareng, ditangkap polisi karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan dengan menjadi calo ASN.

IY ditangkap pada 5 Maret lalu atas laporan tiga orang korbannya yaitu Maria Ulfa, 29 tahun, pegawai kontrak KKR, warga Peukan Bada, Fitri Sufra, 29 tahun, dan Darnelly, 29 tahun, pegawai honorer salah satu PAUD, warga Lhoknga dan Lampenurut, Aceh Besar.

"Sejak tanggal 6 Maret IY sudah ditahan. Saat ini kasusnya pun masih dalam penanganan lebih lanjut," kata Kombes Pol Agus Sarjito, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Aceh, kepada wartawan, di banda Aceh, Selasa petang 19 Maret 2019. 

Kronologi dugaan penipuan itu, kata Agus Sarjito, bermula pada Juli 2018 di kawasan Gampong Jeulingke. Ketika itu pelaku menjanjikan dapat menjadikan korban yang berstatus pegawai honorer dan kontrak diangkat menjadi ASN tahun 2018. "Ketiga korban diminta uang pelicin senilai Rp86 juta, tapi yang dijanjikan tidak pernah terwujud," kata Agus Sarjito.  

Uang itu, pengakuan tersangka kepada penyidik, dia gunakan untuk mengembalikan uang korban lain yang juga pernah diurus dan dijanjikan lulus untuk menjadi ASN. IY diduga melakukan aksi gali lubang tutup lubang.

Selain IY, polisi juga mengungkap kasus serupa. Tersangka kasus penipuan calo ASN kali ini berinisial RS, 33 tahun,  warga Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Modus RS menjanjikan korbannya menjadi tenaga honores di Kantor Gubernur Aceh. Pelaku ditangkap beberapa hari lalu setelah dilaporkan oleh korban ke polisi.

Korban adalah seorang karyawan BUMN bernama Desna Fajar, 34 tahun, warga Gampong Lampeuneurut Ujong Blang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Ketika itu, 14 Maret 2019, dia berniat memasukkan dua adik laki-lakinya untuk dapat menjadi tenaga honorer di Kantor Gubernur Aceh seperti dijanjikan pelaku. Tapi, setelah menerima duit pelicin, pelaku tak memenuhi janjinya.

"Antara korban dan pelaku saling kenal. Pelaku menawarkan itu dan meminta sejumlah uang kepada korban sebagai pelicin. Kasus ini masih didalami,  nanti akan kita informasikan perkembangannya," jelas Kombes Agus Sarjito. ***


 
 
 


 
 
 

Komentar

Loading...