Jelang Milad GAM, Bekas Kombatan Pertanyakan Hak Mereka

Jelang Milad GAM, Bekas Kombatan Pertanyakan Hak Mereka
Perjanjian damai antara GAM dan RI di Helsinki. Foto: CMI

Pemerintah Indonesia belum memenuhi janji tentang bendera, tapal batas, dan hak lahan untuk bekas kombatan.

KBA.ONE, Banda Aceh – Wakil Komite Peralihan Aceh Kamaruddin Abubakar mengatakan hingga kini masih banyak bekas kombatan Gerakan Aceh Merdeka belum sejahtera. Menurutnya, Pemerintah Pusat belum merealisasikan seluruhnya apa yang telah disepakati di perjanjian damai RI-GAM di Helsinki.

Untuk itu, Abu Razak-sapaan Kamaruddin--akan menggelar pertemuan dengan seluruh eks kombatan GAM di Aceh. Mereka akan membahas tindak lanjut janji yang belum direalisasikan oleh pemerintah pusat kepada GAM. “Termasuk hak-hak kombatan dan masyarakat Aceh,” kata Abu Razak, Ahad, 3 Desember 2017.

Sudah 12 tahun berdamai, Pemerintah Indonesia belum juga memenuhi janji-janji itu, seperti Bendera Aceh, tapal batas wilayah Aceh, hak lahan pertanian untuk bekas kombatan, serta berbagai hal lainnya.

Jika setelah dilaporkan tak juga ada realisasi, KPA akan melaporkan hal ini kepada pihak internasional yang terlibat dalam perundingan damai.

“Kami akan panggil lagi Martti Ahtisaari dan mempertanyakan bagaimana realisasi perjanjian permaian Aceh ini. Bisa saja akan ada perundingan lagi,” ujarnya.

Komentar

Loading...