Kadin Aceh: Tender Proyek di Distanbun Bergaya Kartel dan Mafia

Kadin Aceh: Tender Proyek di Distanbun Bergaya Kartel dan Mafia
M Iqbal. | Foto: Ist

"Seperti kartel proyek, ada uang ada proyek dan melibihi gaya mafia," kata Iqbal Piyeng,

 KBA.ONE, Banda Aceh - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Aceh, Iqbal Piyeng, berang ketika mendengar ada permainan pengaturan proyek di Distanbun Aceh. Dia meminta Plt Gubernur Aceh segera evaluasi pejabat teknis di lingkungan Distanbun.

"Seperti kartel proyek, ada uang ada proyek dan melibihi gaya mafia," kata Iqbal Piyeng, kepada KBA.ONE, Jum'at 17 Mei 2019.

Iqbal mengatakan permainan - permaian seperti yang dilakukan di lingkungan Distanbun, mengirimkan surat pembatalan pemenang tender ke Unit Layanan Pengadaan (ULP), selaku kuasa seleksi pemenang tender, itu bukan urusan KPA Distanbun untuk membatalkan tender. "Ini mutlak menjadi hak ULP," kata Iqbal.

Saat ini sudah banyak pengusaha, baik bidang kontruksi maupun bidang pengadaan yang mengeluh akibat ulah permainan kotor dalam pelelangan proyek oleh panitia. "Banyak pengusaha mengeluh saat ini, ketika pengumuman dia menang tapi digagalkan oleh dinas teknis, itukan permainan mafia atau kartel," kata Iqbal bernada kesal.

Iqbal piyeung meminta Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, untuk mengevaluasi keseluruhan pejabat mulai dari ULP, Pokja dan Dinas teknis karena sudah sudah sangat meresahkan para pengusaha. "Jika memang terbukti adanya permainan, Plt Gubernur harus mengambil tindakan tegas agar Aceh ini bersih dari korupsi," kata Iqbal Piyeung.

Bahkan dia mengatakan bisa membuktikan adanya indikasi permainan tender oleh panitia sebab ULP berhak memilih pemenang. "Jadi, belum tentu nomor urut satu yang memenangkan proyek, bisa jadi nomor empat dan lima. Itu artinya bisa menjadi permainan pat gulipat dari panitia mulai ULP, Pokja hingga dinas teknis," ungkap iqbal.

Iqbak berjanji akan membeberkan semua ke publik akal busuk permainan proyek di Distanbun. "Mereka tidak pakai hati nurani padahal pengusaha sudah mengeluarkan modal besar untuk buat penawaran, tapi dijadikan permaianan oleh pokja dan mafia proyek di dinas teknis seperti di Distanbun," kata Iqbal.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan, tak menjawab pertanyaan yang dikirim KBA.ONE via pesan WhatsApp, Jumat 17 Mei 2019. ***

Komentar

Loading...