Kapal Berbendera Togo Disita Negara - Hukum - Kantor Berita Aceh (KBA)

Mencuri Ikan dan Buronan Interpol

Kapal Berbendera Togo Disita Negara

Kapal Berbendera Togo Disita Negara
Kapal FV STS-50 berbendera Togo sandar di Teluk Sabang. | Foto: Diki Arjuna.

Nahkoda kapal FV STS-50 berbendera Togo, Afrika, itu juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta.

KBA.ONE Sabang - Hasil sidang putusan Pengadilan Negeri Kota Sabang, Pekan lalu, kapal ikan asing FV STS-50  berbendera Togo (Afrika) dinyatakan bersalah dan disita untuk negara.

Kapal yang dinahkodai Matveev Aleksander, warga Negara Rusia, itu dinyatakan bersalah atas tuduhan melakukan pelanggaran penangkapan ikan (illegal fishing) di perairan Indonesia.

Dalam amar putusannya,  majelis hakim yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Zulfikar, SH, MH, menegaskan Nahkoda kapal FV STS-50 diwajibkan membayar denda Rp200 juta.

Keputusan tersebut sedikit lebih ringan daripada tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri Sabang sebesar Rp300 juta.

Majelis hakim memutuskan terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 97 ayat (1) UU No 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan. Dan menghukum terdakwa Matveev Aleksander, selaku Nahkoda Kapal FV STS-50 selain pidana denda sebesar Rp200 juta, juga subsider empat bulan kurungan penjara.

"Barang bukti berupa Kapal FV STS-50, peralatan kapal FV STS-50 terdiri dari GPS, kemudi, alat komunikasi, alat navigasi, 150 alat tangkap bubu, alat tangkap jaring Gill Net siap pakai 600 buah dan alat tangkap jaring gill net yang belum dirangkai 118 buah dirampas untuk negara," tegas Ketua Majelis Hakim Zulfikar yang beranggotakan Hakim Junita SH dan Nurul Hikmah SH.

Hakim merincikan dari seluruh keputusan ini, katanya, Pengadilan Negeri Sabang memutuskan ada barang milik terdakwa yakni, empat buku pelaut, satu lembar asli Provisional Minimum Certificate dikembalikan kepada terdakwa Matveev Aleksander selaku pemiliknya.

Sementara JPU Kejaksaan Negeri Sabang yang dihadiri Muhammad Rizza,SH, dan Mawardi, SH, menyampaikan pihaknya akan pikir-pikir dulu selama tujuh hari ke depan atas putusan itu.

Begitu juga dengan terdakwa Matveev Aleksander yang hadir di persidangan tanpa didampingi penasihat hukum, hanya didampingi juru bahasa Rusia,  juga mengikuti apa keputusan yang diambil pihak JPU.

Seperti diketahui, Kapal ikan FV STS-50 berbendera Togo (Afrika), ditangkap TNI- AL Lanal Sabang menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Simeulue pada Jumat, 6 April 2018 di perairan Sabang.

Saat itu, kapal tersebut melintasi wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Ketika ditangkap semua alat tangkap ikan berada di kapal, atau tidak diletakan dalam palka. Bahkan,  Kapal ikan FV STS-50 itu ternyata buronan Interpol. | DIKI ARJUNA, Kontributor Sabang.

Komentar

Loading...