Korupsi Desain Pelabuhan Balohan

Kejari Tetapkan PPK dan Kontraktor di BPKS Jadi Tersangka

Oleh ,
Kejari Tetapkan PPK dan Kontraktor di BPKS Jadi Tersangka
Pelabuhan Balohan Sabang. | Foto: Ist

Perencanaan yang dibuat oleh PT Batel Indonesia tidak bisa digunakan oleh Kontraktor pelaksana.

KBA.ONE, Sabang – Kepala Kejaksaan Negeri Sabang Suhendra, mengatakan, pihaknya sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan review design pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang.

“Saat ini kami sedang mendalami kasus tersebut dan sudah memanggil 30 orang saksi untuk dimintai keterangan dan menyita laptop tersangka untuk dilakukan uji forensik,” kata Suhendra, kepada wartawan di Sabang, Selasa 9 Juni 2019.

Kedua tersangka, kata Kajari Suhendra, adalah THK, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di BPKS dan MT, rekanan yang melaksanakan pekerjaan perencanaan tersebut.

Suhendra menjelaskan pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Batel Indonesia dengan nilai kontrak sebesar Rp633.975.000,-  yang dianggarkan melalui DIPA Satker BPKS dari anggaran APBN Tahun 2016.

Akan tetapi, kata Suhendra, perencanaan yang dibuat oleh PT Batel Indonesia tidak bisa digunakan oleh Kontraktor pelaksana dan harus membuat perencanaannya.

“Kontraktor pelaksana harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membuat ulang perencanaannya, sementara anggaran untuk membuat perencanaan sudah dibayar 100 persen oleh PPK,” jelasnya.

Menurut Suhendra, ini yang menjadi permasalahan karena menyebabkan kerugian Negara RAB review Design Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang yang dikerjakan oleh PT Batel Indonesia tidak bisa digunakan sama sekali.

Meski sudah ditetpkan tersangka, lanjut Suhendra, kedua tersangka belum dilakukan penahanan karena masih menunggu hasil audit dari BPKP untuk diketahui jumlah kerugian negara. ***

Komentar

Loading...