KEK Arun Lhokseumawe Mulai Beroperasi

KEK Arun Lhokseumawe Mulai Beroperasi
Darmin Nasution dan Irwandi Yusuf. Foto: dokumentasi Humas Pemerintah Aceh.

Terdapat lima prioritas investasi yang akan dikembangkan di kawasan tersebut; pengolahan ekspor minyak, gas dan energi, petrokimia, logistik dan pelabuhan, industri pengolahan (agro industri) serta industri kertas.

KBA.ONE, Jakarta - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe mulai dapat beroperasi. Siang tadi, digelar penandatanganan MoU kerja sama kegiatan Operasional Barang Milik Negara, antara Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) dengan PT Patriot Nusantara Aceh selaku Badan Usaha Pengelola dan Pembangun KEK Arun di gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Penandatanganan tersebut disaksikan Menteri Koordinator Perekonomian RI Darmin Nasution, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Aceh Utara Muhammad M Thaib, serta sejumlah pejabat beberapa kementerian. Dalam acara tersebut juga disertai dengan penandatanganan kerjasama investasi antara Konsorsium BUMN Pemilik saham dalam KEK Arun dengan sejumlah perusahaan.

Seperti kerjasama investasi PT Pelindo I dengan PT Aceh Makmur Bersama yang meliputi bidang pengolahan CPO, PT Sinergi Tangguh Alam Raya di bidang usaha plywood, PT East Kontinent Gas Indonesia di bidang usaha LPG Pressurized dan Pabrik Bootling LPG, dan PT Prosperity Building Material di bidang logistik pengantongan semen.

Irwandi berharap kesepakatan ini menjadi awal yang baik dalam mendukung percepatan realisasi pengembangan KEK Arun-Lhokseumawe. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017 tentang KEK Arun Lhokseumawe, terdapat lima prioritas investasi yang akan dikembangkan di kawasan tersebut, yaitu bidang pengolahan ekspor minyak, gas dan energi, petrokimia, logistik dan pelabuhan, bidang industri pengolahan (agro industri) serta bidang industri kertas.

“Kami melakukan sejumlah langkah langkah-langkah, di antaranya melakukan koordinasi sinkronisasi dan harmonisasi dengan berbagai pihak sehingga kini telah terbentuk Administrator KEK Arun Lhokseumawe yang juga telah mendapat limpahan kewenangan dari Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bidang perizinan,” kata Irwandi.

Adapun kewenangan dari BKPM dan Kementerian Perdagangan kepada Administrator KEK Arun – Lhokseumawe ini akan dilimpahkan paling lambat akhir Februari 2018. Empat lembaga selaku konsorsium pengelola KEK Arun Lhokseumawe, yaitu PT PIM, PT Pertamina, PT Pelindo I dan PDPA membentuk Badan Usaha Pengelola dan Pembangun (BUPP) KEK: PT Patriot Nusantara Aceh. Perusahaan ini berkantor di kawasan eks kilang Arun.

Selain itu, Irwandi mengatakan status lahan di lokasi kawasan KEK Arun semuanya telah tersertifikasi.Total lahan KEK Arun Lhokseumawe seluas 2.622,48 hektare, termasuk 906,32 hektare lahan kosong, terdiri dari milik PT Arun seluas 540 hektare, milik PTPertamina/Humpus Aromatik seluas 81 hektare, PT Pelindo I seluas 17,82 hektare, PT PIM seluas 126,5 hektare, PT AAF seluas 91 hektaredan PT KKA seluas 50 hektare. 

Irwandi mengatakan lahan eks PT Arun yang dikelola LMAN mendapatkan persetujuan untuk dimasukkan dalam areal KEK Arun-Lhokseumawe melalui surat Menteri Keuangan. Irwandi berharap sejumlah ketentuan terkait KEK Arun, di antaranya, semua lahan dan aset sebaiknya diserahkan kerja sama pada BUPP yang dikelola oleh PT Patriot Nusantara Aceh, sehingga Investor sebagai tenant langsung berhubungan satu atap dengan BUPP.

"Juga perlu percepatan penyertaan modal PT Pertamina dan PT Pelindo I kepada BUPP agar lembaga ini dapat bergerak lebih cepat," kata Irwandi.

Irwandi juga mengingatkan agar Kementerian Keuangan mensosialiasikan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2015 tentang fasilitas dan insentif di KEK, serta perlu adanya perhatian khusus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan tentang Pembangunan Infrastruktur di luar kawasan KEK yang merupakan tanggung jawab pemerintah, mulai dari bandara, jalan nasional dan fasilitas infrastruktur lainnya.

"Dengan ditandatanganinya MoU antara LMAN dengan PT Patriot Nusantara Aceh, maka operasional KEK Arun-Lhokseumawe sudah dapat berjalan. Dengan demikian pada semester II tahun tahun 2018 diharapkan ground breaking proyek-proyek di KEK Arun Lhokseumawe sudah dapat diresmikan oleh presiden,” kata Irwandi.

Rilis

Komentar

Loading...