Kementerian Kominfo Blokir 961.456 Situs Berkonten Negatif

Kementerian Kominfo Blokir 961.456 Situs Berkonten Negatif
Ilustrasi

KBA.ONE, Jakarta - Sepanjang tahun ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir 961.456 situs yang berisi konten negatif. Namun, 430 website dinormalisasi kembali karena adanya klarifikasi dari pemilik situs dan kepatuhan terhadap aturan yang ada.

Hingga November 2018, sesuai data Kementerian Kominfo, situs pornografi menjadi yang terbanyak diblokir. Total 106.466 situs berisi konten pornografi ditutup karena ada aduan dari masyarakat ataupun permintaan lembaga. Jumlah ini menjadikan keseluruhan situs pornografi yang diblokir sebanyak 883.348 sejak 2010.

Peringkat kedua dan ketiga situs yang terbanyak diblokir tahun ini adalah website perjudian dan penipuan. Masing-masing sebanyak 63.220 dan 2.639. Total situs perjudian yang telah diblokir sejak 2010 sebanyak 70.663 situs. Adapun situs penipuan mencapai 2.639 situs.

Sementara akun media sosial yang paling banyak diblokir selama 2018 adalah Facebook dan Instagram. Berdasarkan database penanganan konten, 8.903 akun Facebook dan Instagram diblokir karena memuat konten negatif. Sedangkan akun Twitter yang telah diblokir sebanyak 4.985. Lalu Youtube 1.689 akun.

Selain itu, hingga November lalu, 517 akun file sharing juga diblokir. Kemudian Telegram sebanyak 502 akun, serta Line dan BBM, masing-masing 18 dan 5 akun.

Sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, terdapat 12 kelompok konten yang dikategorikan negatif. Antara lain pornografi/pornografi anak, perjudian, pemerasan, penipuan, kekerasan/kekerasan anak, fitnah/pencemaran nama baik, pelanggaran kekayaan intelektual, produk dengan aturan khusus, provokasi sara, berita bohong, terorisme/radikalisme, serta informasi/dokumen elektronik melanggar uu lainnya.

Terhadap situs terorisme, sejak 2010 hingga kini Kominfo telah memblokir 500 website. Tahun ini, jumlah situs berisi konten terorisme dan radikalisme yang diblokir mencapai 295. Situs yang diblokir dominan berasal dari luar negeri dan umumnya berdomain dot com.

Pemblokiran tersebut dilakukan Kominfo atas permintaan Badan Nasional Penanggulan Terorisme atau BNPT. Selain itu, sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (1) dan (2), Pasal 28 ayat (1) dan (2), Pasal 40 ayat (2).

Meski sudah dilakukan penutupan terhadap situs teorisme dan radikalisme serta separatisme, Kominfo terus mencari situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu, Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten terorisme, radikalisme dan seperatisme.

Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat menghindari konten teorirsme, radikalisme dan separatisme. Jika mengenali keberadaan situs seperti itu dapat melaporkannya ke aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten.

Komentar

Loading...