Kemiskinan dan Tontonan Porno Dorong Kejahatan Seksual di Aceh

Kemiskinan dan Tontonan Porno Dorong Kejahatan Seksual di Aceh
Ekspos kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Foto: KBA/Nur Nisa.

Mayoritas kekerasan yang dialami di Aceh Utara disebabkan oleh faktor lemahnya ekonomi. Di Banda Aceh terjadi karena penyalahgunaan internet.

KBA.ONE, Banda Aceh – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Aceh Nevi Ariyani mengatakan banyak faktor yang menjadi pendorong tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Satu di antaranya adalah faktor kemiskinan.

“Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor dalam kekerasan anak dan perempuan,” kata Nevi di Meuligo Gubernur Aceh, di Banda Aceh, 13 Maret 2018.

Dalam banyak kasus yang terungkap, mayoritas kekerasan yang dialami di Aceh Utara di sebabkan oleh faktor lemahnya ekonomi. Demikian juga di daerah lain.

Sementara di Ibu Kota Aceh, Banda Aceh, banyak kasus kekerasan dan pelecehan seksual terjadi karena penyalahgunaan internet.

“Anak-anak dengan mudah mengakses tontonan berbau porno. Dan mereka mempraktikkannya langsung kepada teman-teman atau adiknya yang dianggap lebih aman,” kata Nevi.

Nevi mengatakan saat ini PPA dan P2TP2A memperkuat jejaring untuk meningkatkan pemenuhan hak perempuan di Aceh. Dan di tahun ini mendapatkan dorongan dari DPRA dengan masuknya rancangan Qanun Aceh tentang perlindungan perempuan dan anak.

“Dengan adanya regulasi baru ini, dapat menjadi sebuah kekuatan baru untuk hak perempuan dan anak,” ujar Nevi.

Dinas PPAN juga memperkuat pengetahuan dan perlindungan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual di masyarakat, terutama sebagai sebagai bentuk pencegahan. Dia mengatakan hal itu tidak mungkin hanya ini lakukan oleh dinas PPAN dan P2TP2A.

“Melawan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak juga memerlukan kerja sama lintas sektoral,” kata Nevi.

Komentar

Loading...