Kenal Lewat FB, Hutang Itu Membunuh Danil

Kenal Lewat FB, Hutang Itu Membunuh Danil
Foto Danil ketika dikabarkan menghilang. | Foto: Ist

Beluk membunuh Danil gara-gara hutang sebesar Rp5,7 juta yang belum dibayar. Tersangka mengenal Danil lewat Facebook sejak tujuh tahun lalu.

KBA.ONE, Banda Aceh – Hati-hati berhutang! Tragedi pembunuhan sadis Danil Juliansyah, 24 tahun, guru honorer di SD Negeri 53 Luengbata, Banda Aceh, menjadi mesin pengingat bagi siapa saja yang pernah berhutang. Ini tersibak dari pengakuan SKK alias Lukman, alias Beluk, alias Aluk, 28 tahun, tersangka pembunuh Danil. Ia menghabisi nyawa Danil gara-gara hutang.

Motif pembunuhan Danil terungkap setelah polisi memburu Beluk, warga Desa Lawe Unan, Ketambe, Gayo Lues, sekitar 672 jam lamanya. Beluk kemudian dibekuk polisi pada Rabu, 7 November 2018, sekira pukul  09.00 WIB di Desa Blang Nangka, Kecamatan Blang Jerango, Gayo Lues.

“Pengakuan sementara, Beluk membunuh Danil gara-gara hutang sebesar Rp5,7 juta yang belum dibayar. Tersangka mengenal Danil lewat Facebook sejak tujuh tahun lalu,” kata sumber KBA.ONE, Rabu malam.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP Taufik juga membenarkan soal motif pembunuhan Danil. “Ya, soal hutang piutang,” jawab Taufik kepada KBA.ONE via pesan WhatsApp, Rabu malam, tanpa merinci jumlah hutang Danil.  

Ramah dan mudah bergaul

Allahuyarham Danil Juliansyah semasa hidup di sekolah dan lingkaran pergaulannya, digambarkan sebagai sosok lelaki yang baik, suka bercanda, ramah, dan mudah bergaul.

"Pak Danil orangnya baik, suka bercanda, nggak suka marah. Paling kalau kami nakal aja dimarahin. Biasanya Pak Danil kalau jam istirahat duduknya di kantor atau di kantin sama guru-guru lain," ujar Syura Saleha, siswi kelas IV SDN 53 Luengbata Banda Aceh, kepada KBA ONE, Jumat, 12 Oktober lalu.

Danil mengajar di sekolah itu sejak setahun lalu. Selama mengajar ia pernah didapuk sebagai wali kelas IIIA, kelas Syura dulu.

Danil lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau PGSD Universitas Serambi Mekkah. Ia masih muda, 24 tahun. Pria lajang ini tinggal di Gampong Ateuk Jawo, Banda Aceh.

Yusuf, dosen Danil di PGSD Universitas Serambi Mekah, Banda Aceh, melihat bekas mahasiswanya itu sosok yang mudah bergaul. "Berkawan sama siapa saja, mau perempuan ataupun lelaki. Suka bantu kawan-kawan," kenang Yusuf.

Beluk, tersangka pembunuh Danil (duduk pakai celana pendek) saat diamankan polisi. | Foto: Ist

Kronologi menghilangnya Danil 

Jumat, 5 Oktober 2018

Danil masih mengajar seperti biasanya di SDN 53 Banda Aceh. Danil mengajar di sekolah itu sejak setahun lalu. Jika ada jam pelajaran kosong, Danil sering menggantikan guru yang berhalangan hadir. Biasanya ia mengajar Matematika. Ia juga pernah menjadi wali kelas IIIA.

Sabtu, 6 Oktober 2018

Danil tidak tampak di sekolah. Ada murid yang bertanya kenapa Danil tidak hadir. Namun, tidak ada jawaban pasti.

Minggu, 7 Oktober 2018

Danil pamit dari rumah sekitar pukul 14.00 WIB. Ira, kakak Danil, mengatakan adik bungsunya itu keluar dari rumah menggunakan jaket hitam, kaos merah, dan celana hitam.

Danil juga membawa tas ransel berisi laptop. Dia meninggalkan rumah menggunakan Honda Beat Hitam BL 5531 JJ. Ira sempat bertanya kepada Danil mau ke mana. Danil menjawab ia mau pergi minum kopi bersama teman-temannya.

Kepada ibunya, Danil juga bilang ia mengambil uang Rp2,5 juta di tabungan tanpa menjelaskan alasan digunakan untuk apa. Padahal, uang rencananya akan digunakan untuk liburannya ke Malaysia bersama guru-guru SDN 53.

Danil tidak biasanya mengambil tabungan sebanyak itu jika pergi-pergi bersama teman-temannya. Paling dia hanya mengambil Rp100 ribu atau Rp200 ribu saja. Selain itu, Danil tidak biasanya membawa laptop jika mau nongkrong bersama teman-temannya apalagi pada hari Minggu.

Rabu, 10 Oktober 2018

Danil dinyatakan hilang. Yusuf, dosen Danil di PGSD Universitas Serambi Mekkah mengabarkan soal hilangnya Danil lewat grup WhatsApp. Yang mencari Danil pertama kali adalah keluarganya dengan menyebar foto di media sosial dan selebaran yang berisi biodata Danil. Teman-temannya dan dan guru-guru di SDN 53 turut menyebarluaskan berita tersebut.

Kamis 11 oktober 2018

Sekitar pukul 18.00 WIB, mayat Danil ditemukan oleh pemilik indekos yang menghidu bau tak sedap dari sebuah kamar yang tergembok. Menurut pemilik indekos, kamar tersebut sudah beberapa hari kosong.

Leher Danil diduga digorok dengan benda tajam berukuran besar hingga tulang leher putus sampai tulang belakang. Tak hanya itu, lengan di bagian kanannya pun terdapat luka bekas terseret. Posisi jenazahnya terlentang. Polisi menduga, Danil sudah meninggal dunia dua hari sebelumnya. ***

Komentar

Loading...