Kepala BMKG: Warga Harus Waspadai Badai

Kepala BMKG: Warga Harus Waspadai Badai
Ilustrasi badai |Foto: Liputan6.com

KBA.ONE, Banda Aceh - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi cuaca buruk angin kencang dan gelombang tinggi (badai).

"Masyarakat di darat agar tidak melaksanakan kegiatan di luar bila terjadi badai petir, agar tidak berlindung di bawah pohon, baliho,  atau sejenisnya. Jangan berpegangan di tiang listrik atau pagar terbuat dari logam yang dapat menghantar listrik ketika terjadi badai petir dan juga jangan memarkir kendaraan di bawah pohon," Kata Zakaria, Kepala Station Data dan Informasi BMKG Blang Bintang, Selasa, 25 Juni 2019.

Ia juga mengatakan untuk para nelayan agar tidak melaut terlalu jauh ke tengah, agar bila terlihat cuaca mulai mendung atau cuaca mulai memburuk segera merapat ke darat.

Cuaca buruk ini akibat munculnya pusaran angin tertutup atau disebut dengan istilah edy, penyebab terjadinya belokan angin dan konvergensi di atmosfer sehingga terjadi perlambatan pergerakan massa udara di atmosfer provinsi Aceh.

Dengan terjadinya perlambatan massa, maka uap air terbawa oleh angin sehingga berkumpul di atas atmosfer Aceh dan akan tumbuh menjadi awan-awan hujan.

"Dengan tumbuhnya awan-awan hujan di atmosfer sehingga memicu terjadinya angin kencang yang biasanya bersifat sesaat tapi kecepatannya bisa mencapai 80/jam bahkan bisa lebih yang dapat meningkatkan tinggi gelombang 3,5 m," kata Zakaria.

Kondiai tersebut, katanya, juga sangat membahayakan nelayan atau jasa penyeberangan, pohon tumbang, baliho diterbangkan angin bahkan bisa juga atap rumah/ bangunan diterbangkan angin.

"Disamping angin yang ditimbulkan oleh adanya awan konvektif, juga provinsi Aceh masih musim angin baratan. Hal ini akan membuat angin kencang di provinsi Aceh lebih awet/ bertahan lama," katanya.

Komentar

Loading...