Kepingin Sekolah, Penyandang Disabilitas Datangi Kantor Dinsos Subulussalam 

Kepingin Sekolah, Penyandang Disabilitas Datangi Kantor Dinsos Subulussalam 
Risky dan orang tuanya mendatangi Kantor Dinsos Kota Subulussalam. |KBA.ONE: Wahda

Bahrum merasa bersalah karena tidak mampu memberikan pendidikan kepada anak pertamanya itu.

KBA.ONE, Subulussalam - Kepingin masuk sekolah, bocah delapan tahun, Risky Megana, penyandang Disabilitas, mendatangi Kantor Dinas Sosial Kota Subulussalam. Dia ingin kejelasan soal permohonan biaya pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Langsa, Provinsi Aceh, Kamis 13 Juni 2019.

Risky datang didampingi orang tua kandungnya Bahrum Hamdani, 38 tahun. Dia bermaksud  hendak menjumpai Kepala Dinas Sosial Kota Subulussalam untuk menanyakan prihal proposal yang pernah dimasukan ke dinas tersebut 6 bulan lalu.Tetapi karena Kepala Dinas tidak  berada di kantor, Risky bersama orang tunya menjumpai Kabid Rehabilitas Dinas Sosial.

"Risky selalu mendesak untuk bisa masuk Sekolah Dasar setamat dari sekolah TK. Kami bingung memasukan Risky sekolah kemana untuk sekolah dasar. Makanya kami hendak menyekolahkan dia ke SLB Kota Langsa," ungkap Bahrum.

Bahrum mengaku ia dan istrinya merasa bersalah karena tidak mampu memberikan pendidikan kepada anak pertamanya itu gara-gara  keterbatasan ekonomi.

"Seandainya anak saya diterima di sekolah dasar biasa bukan SLB, kami mungkin mampu, meski ekonomi kami terbatas. Karena bawaan lahirnya dianugerahkan Allah dengan kekurangan tidak dapat melihat, makanya kami kemari tanyakan ke dinas sosial," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Anehnya, pihak Dinas Sosial belum dapat memberikan keterangan jelas mengenai biaya pendidikan yang dikeluhkan Risky. 

Hendri Suharman, Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Subulussalam mengaku tidak mengetahui berkas tentang permohonan Risky. 

"Kadis lagi di Banda Aceh, saya baru di sini dan saya tidak tahu tentang berkas permohonan adik ini," aku Hendri.

Nobuala Halawa, Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perlindungan Anak dan Perempuan, (Lampuan) Kota Subulussalam, mengecam Dinas Sosial yang terkesan tak mengindahkan berkas permohonan Risky.

"Jika Pemerintah Kota Subulussalam tak mengubris permohonan pendidikan buat Risky, kami siap mengadvokasi adik Risky sampai ke tingkat kementerian," tegas Alan sapaan Nobuala Halawa. | TAPUN WAHDA, Kontributor Subulusalam.



 
 

Komentar

Loading...