Ketua Ombudsman Aceh Pertanyakan Hasil Seleksi Manajemen BPKS

Oleh ,
Ketua Ombudsman Aceh Pertanyakan Hasil Seleksi Manajemen BPKS
Taqwaddin. Foto: facebook.com

Dia juga mempertanyakan independensi tim seleksi yang mudah mengubah hasil tes. Indikasi lemahnya peran tim seleksi.

KBA.ONE, Banda Aceh - Ketua Ombudsman Aceh Taqwaddin mempertanyakan proses penentuan jabatan manajerial di Badan Pengusahaan Kawasan Sabang. Menurut dia, perlu proses yang ketat untuk menentukan orang tepat di posisi tepat pada BPKS.

“Saya tidak mencermati secara mendalam. Tapi kesannya, sepertinya syarat untuk menjadi manajer di BPKS mudah sekali,” kata Taqwaddin kepada KBA, Selasa, 5 Desember 2017. “Padahal pejabat di lembaga itu menerima gaji besar dan mengelola uang yang besar.”

Menurut Taqwaddin, proses seleksi dan materi uji harus dilakukan ketat. Termasuk melihat rekam jejak orang-orang yang akan menduduki jabatan dalam lembaga itu. Dia juga mempertanyakan independensi tim seleksi yang mudah mengubah hasil tes. “Jika tim seleksinya legal dan andal, maka hal seperti ini tentu tidak terjadi.”

Untuk menjabat sebagai manajer di lembaga setingkat BPKS, kandidat harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi teknis, kompetensi akademis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosio kultural. Juga diperlukan jumlah peserta dan indikator yang jelas dan terukur untuk menyeleksi para calon yang mendaftar.

Para kandidat juga harus melewati rangkaian tes yang rumit dan selektif, sesuai kebutuhan kompetensi tersebut. Seperti tes administrasi, test CAT, tes psikologi, discussion test, interview test, tes penulisan makalah, dan terakhir kelayakan dan kepatutan.

Untuk itu, kata Taqwaddin, harus diumumkan secara luas untuk menyaring kandidat-kandidat yang banyak sehingga dapat dibuat kuota berjenjang. Hasil seleksi ini, akan mengerucut pada kandidat terbaik di setiap posisi yang akan disampaikan kepada penanggung jawab institusi, Dewan Kawasan Sabang. Yakni Gubernur Aceh, Wali Kota Sabang, dan Bupati Aceh Besar.

“Di akhir, DKS lah yang menentukan pilihan terbaik dari hasil saringan yang ketat itu,” kata Taqwaddin. “Saya berharap, hal ini dapat diselesaikan dengan arif dan bijaksana.”

Komentar

Loading...