KJRI Diharap Kawal Pengusutan Kematian WNI di Malaysia

KJRI Diharap Kawal Pengusutan Kematian WNI di Malaysia
Jenazah Muhammad Zubir disambut isak tangis keluarga saat tiba dikampung halamannya Gampong Babah Ie, Kecamatan Jaya, Senin 30 Oktober 2017. Foto Ist.

KBA.ONE, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Malaysia diharap terus mengawal kasus kematian Muhammad Zubir, Warga Negara Indonesia asal Aceh, yang tewas ditembak orang tak dikenal saat tidur di tempatnya bekerja, Rabu 25 Oktober 2018 lalu. Hingga kini kasus yang melatar belakangi kematian Zubir dinilai masih menjadi misteri, karena kepolisian belum berhasil menangkap dan mengungkap motif penembakan.

"Kita berharap ini dikawal KJRI sampai kasusnya tuntas sehingga memberi rasa keadilan bagi keluarga korban," kata Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman, saat ditemui KBA di Gedung DPD RI Senayan, Kamis 11 April 2018.

Sudirman mengatakan dirinya terus berkordinasi dengan pihak KJRI di Selangor untuk mengetahui perkembangan kasus tersebut. Adapun hasil komunikasi terakhir dengan pihak KJRI, kata dia, polisi baru menahan satu warga negara Malaysia yang diduga terlibat pembunuhan. Sedang istri korban, telah dibebaskan karena tidak terbukti merencanakan pembunuhan yang diduga dilatarbelakangi cinta segitiga tersebut.

"Ada 1 warga negara Malaysia yang sampai saat ini masih ditahan karena diduga sebagai pelaku, sedang istri korban sudah dilepas. Ada 1 Warga Negara Indonesia yang juga dicari pihak berwajib. Intinya masih dalam pengebangan pihak berwajib disana," kata Haji Uma sapaan akrab Sudirman.

Menurut Sudirman hasil kordinasi dirinya dengan pihak KJRI, isteri korban dibebaskan karena tidak terbukti sebagai otak yang merenacanakan pembunuhan. Selain isteri korban, polisi diraja Malaysia juga telah membebaskan 10 orang yang ditangkap sebelumnya karena diduga terlibat pembunuhan.

"Untuk tersangka yang masih ditahan berkasnya segera dilimpahkan ke Mahkamah Diraja Malaysia, sedangkan yang lainnya dilepas. Dia dikenakan pasal 302 tentang pembunuh, sebagaimana KUHP Malaysia," kata Sudirman.

Dalam pemeriksaan kata Sudirman, polisi diraja Malaysia tidak memiliki bukti kuat jika isteri korban terlibat pembunuhan. Yang bersangkutan lanjut Sudirman, juga membantah dan tidak mengaku, jika pelaku yang kini ditahan sebagai kekasihnya.

"Agak sulit memang karena ini menyangkut teritorial sehingga hukum kita tidak dapat menyentuh kesana dan ini menyangkut kedaulatan hukum di negara mereka," kata Sudirman.

Sesuai hasil penyelidikan awal, kasus tersebut kata Sudirman diduga karena pelaku Warga Negara Malaysia tersebut menyukai istri M Zubir. Sayangnya rekan pelaku, yang sebagai saksi kunci, belum ditemukan polisi.

"Masih dicari tapi tidak diketahui apa masih berada di Malaysia, atau sudah kembali ke Indonesia," kata Sudirman mengutip keterangan pihak KJRI di Johor.

Muhammad Zubir tewas ditembak orang yang belum teridentifikasi berjumlah 2 orang, dibengkel tempatnya bekerja Dorsmeer Fleda, Desa Keratong 2, Bandar Tun Rajak, Tamping Negeri Pahang, Malaysia, Rabu 25 Oktober 2017 malam. Korban tewas akibat luka tembak di kepala.  Jenazah akhirnya dikebumikan di kampung halamannya Gampong Babah Ie, Kecamatan Jaya, Senin 30 Oktober 2017 tahun lalu, setelah Kadinsos Aceh, Alhudri bersama anggota DPD RI, Sudirman menjemputnya.

Kontributor: Khadafi

Komentar

Loading...