Komentar Juri Asing Tentang Sabang International Freediving Competition

Komentar Juri Asing Tentang Sabang International Freediving Competition
Juri Sabang International Freediving Competition 2018 | Ist

KBA.ONE, Sabang - Dua juri asing memberikan penilaian pada Sabang International Freediving Competition atau SIFC 2018. Keduanya adalah Wayne John Wight dari Selandia Baru dan John Folkvord dari Filipina. Sedangkan dua juri lagi berasal dari Indonesia yakni Bayu Widia dan Lily Winda.

Juri kepala dipercayakan kepada Wayne yang sudah pernah mengikuti kompetisi serupa di Sabang. "Ini tahun kedua saya di Sabang. Kondisinya sangat bagus. Ini tempat yang unik untuk didatangi," ujar pria dari Association Internationale pour le Development de I’Apnee atau AIDA tersebut, Selasa, 6 November 2018. AIDA salah satu lembaga freediving internasional.

Wayne berharap kompetisi serupa digelar lagi tahun mendatang. "Kita berharap dapat kembali ke sini," ujarnya.

Senada dengan Wayne, Lily juga mengaku senang berada di Sabang. Dia mengatakan hingga kini kompetisi berjalan aman. Dia juga mengagumi keindahan Sabang. Namun, Lily meminta pemerintah turut mempromosikan lokasi-lokasi wisata di Sabang kepada para peserta SIFC 2018. "Sediakan keterangan tempat-tempat untuk wisata yang lain. Jadi banyak yang dapat dilihat para wisatawan, seperti saya yang belum pernah ke Pantai Kasih atau Pantai Pasir Putih," kata Lily.

SIFC 2018 digelar di Pelabuhan Balohan Sabang sejak 3-8 November 2018. Lomba diikuti 40 peserta dari 23 negara. Mereka berasal dari 23 negara, yaitu Austria, Cina, Jerman, Indonesia, Macau, Malaysia, Brunai Darussalam, Jepang, Hongkong, Hongaria, Korsel, Belanda, dan Filipina. Selain itu, adapula yang berasal dari Singapura, Swiss, Thailand, Rusia, Afrika Selatan, Taiwan, Ukraina, Swedia, Inggris dan Amerika Serikat.

Para peserta akan mengikuti tiga jenis perlombaan yaitu constant weight pada 3-4 November, free mmmersion 5-6 November, dan constant weight no fins pada 7-8 November. Mereka akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp100 juta atau sekitar USD13,333.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sabang, Amiruddin Jumat lalu saat pembukaan kompetisi mengatakan SIFC 2018 kelanjutan Sail Sabang 2017. Tujuannya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegera ke Aceh, khususnya Sabang.

Sebagai tujuan wisata bahari, kata Amiruddin, Sabang memiliki spot-spot terbaik untuk freediving. Ada beberapa faktor pendukung yang membuat Sabang mampu menjadi spot terbaik freediving. Pertama, kata dia, Sabang memiliki Teluk Balohan yang kedalamannya mencapai 143 meter. Selain itu, perairannya juga tenang dan aman dari tekanan arus kuat. Spot menarik lainnya ada di Batee Gla, The Canyon, Batee Tokong, Pante Peunatong, Seulako Drift, Arus Balee, Taman Rubiah, Batee Meuronron, Wreck Sophie Rickmers, Batee Dua Gapang, Limbo Gapang, Vulcano Under Water, Lhong Angen, Batee Meuduro, Anoi Itam, Bak Kopra, dan Wreck Tug Boat.

Komentar

Loading...