Lagi, 1 Anggota Polisi Gugur di Mako Brimob

Lagi, 1 Anggota Polisi Gugur di Mako Brimob
Jenazah Bripka Marhum Frence, personel Satuan Intel Brimob Bripka Marhum Frence. Foto: Tribun.

KBA.ONE, Jakarta - Koprs Bhayangkara kembali berduka. Setelah kehilangan 5 orang personel saat kericuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, peristiwa yang merenggut korban jiwa kembali terjadi.

Seorang personel Satuan Intel Brimob Bripka Marhum Frence meninggal, akibat ditusuk seorang pria yang diketahui bernama Tendi Sumarno mahasiswa beralamat di Kampung Buniara, Rt 22/Rw 04, Desa Buniara, Tanjung Siang, Provinsi Jawa Barat. Informasi dihimpun KBA, penusukan Bripka Frence terjadi setelah berakhirnya kericuhan yang ditandai pemindahan 155 narapidana teroris, Kamis 10 Mei 2018, malam sekira pukul 23.45 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan peristiwa penusukan yang menimpa Bripka Marhum Frence. Insiden penusukan kata Argo, terjadi disekitar Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat, Kamis malam.

"Berdasarkan informasi, anggota Intel Brimob Polri Kelapa Dua Depok, Bripka MP, yang bersangkutan meninggal dunia usai ditusuk. Kronologi berawal ketika korban mencurigai gerak-gerik pelaku yang sudah beberapa jam berdiri di depan Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Kelapa Dua," kata Argo.

Argo mengatakan karena curiga, korban kemudian meminta dua rekannya masing-masing Briptu Mato dan Briptu Gruisce membawa pelaku ke Kantor Satuan Intel Brimob dengan menggunakan sepeda motor. Namun saat telah berada di depan parkiran, pelaku tiba-tiba mengeluarkan pisau dan menusuk korban.

"Korban ditusuk pelaku dibagian perut kanan. Dia sempat berteriak dan sempat di dengar Briptu Mato dan Briptu Grusce. Keduannya langsung menembak pelaku yang karena berusaha melarikan diri usai menusuk korban," kata Argo.

Argo menyebut Bripka MP sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara namun meninggal dunia. Jasad korban lanjut Argo sempat divisum di RS Polri Kramat Jati. " Luka tidak parah tapi diduga pisau yang digunakan beracun," pungkas Agro.

Kontributor : Khadavy

Komentar

Loading...