Lagi, Personel BKPH DLHK Aceh Tangkap Truk Bermuatan Kayu

Lagi, Personel BKPH DLHK Aceh Tangkap Truk Bermuatan Kayu
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, melihat truck pengakut kayu yang ditangkap di Lhoknga Aceh Besar karena tak membawa dokumen sah, Sabtu 14 April 2018.

KBA.ONE, Banda Aceh - Personel Polisi Kehutanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh kembali menangkap sebuah truk bermuatan kayu di Gampong Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu 14 April 2018. Petugas menyita puluhan kubik kayu olah jenis Semantok dan Sembarang yang diduga hasil pembalakan liar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Saminuddin B.Tou mengatakan penangkapan dilakukan Sabtu dini hari tadi pukul 01.30 WIB, setelah personel Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Lambeuso, menerima informasi penyeludupan kayu. Menerima laporan jika kayu yang rencanannya dibawa dari Lhong menuju Banda Aceh itu, diangkut menggunakan truk, personel BKPH langsung melakukan pengintaian.

"Pemantauan sebenarnya sudah kita lakukan sejak dari Lhong, teman-teman (BKPH) kemudian menjegatnya truk yang membawa kayu di kawasan tikungan air Terjun Seum," Kata Saminuddin, Sabtu 14 April 2018.

Menurut Saminuddin saat pemeriksaan, tiga pria dalam truk dengan nomor polisi BL 8629 CL itu, tidak dapat memperlihatkan dokumen kayu yang dibawannya. Kayu olahan yang sebahagian besar untuk kusen itu, kata Saminuddin, rencanannya akan dibawa menuju salah satu Panglong kayu dikawasan Lam Ateuk.

"Kata sopir truk (kayu) milik S, yang tinggal di Lam Ateuk tapi nanti akan kita ambil keterangan, siapa S ini. Akan kita lakukan penyelidikan silang. Pelaku masing-masing SR, 40 tahun warga Kecamatan Masjid Raya, FS, 33 tahun warga Gampong Pusang Kembang Tanjung Pidie dan AR mengaku tak bawa ktp," ungkap.

Saminuddin mengatakan penangkapan berlangsung alot karena truk yang membawa 16 meter kubik kayu tersebut dikawal aparat keamanan. Akibat, sempat terjadi ketegangan karena oknum tersebut meminta personel DLHK Aceh yang terlibat operasi, melepas truk mengakut kayu yang diamankan ke Kantor DLHK Aceh.

"Dia meminta supaya kayunya dilepas karena alasannya baru pertama melakukan ini. Pengakuan mereka kayu 16 kubik tapi nanti akan kita periksa. Untuk oknum pemeriksaan kita serahkan ke kesatuan masing-masing, sementara untuk awak truk diperiksa penyidik PPNS, yang pasti kita lanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Saminuddin.

Informasi dihimpun KBA, tak hanya saat awal penangkapan, upaya melepas kayu dilakukan oknum aparat keamanan tersebut hingga ke Kantor DLHK Aceh. Mereka mendatangi kantor DLHK Aceh meminta Kepala Dinas Kehutanan Aceh yang langsung mengintrogasi pelaku melepas kayu yang diamankan. 

"Semalam jawabannya masih berbelit-belit. Semua mengaku hanya pekerja, bukan pemilik kayu dan baru pertama melakukan itu. Mereka (oknum) pulang karena kadis (Kepala Dinas) bersikukuh tidak melepas sebelum dokumen kayu diperlihatkan," kata sumber KBA yang namannya enggan diwartakan.

Komentar

Loading...