Latihan Menulis Puisi Bersama Rosni Idham

Latihan Menulis Puisi Bersama Rosni Idham
Rosni Idham di tengah peserta pelatihan menulis puisi. | Foto: FAMe Meulaboh

KBA.ONE, Meulaboh - Forum Aceh Menulis (FAMe) chepter Meulaboh menggelar pelatihan menulis puisi bersama Rosni Idham, seorang sastrawan nasional, di kampus STAIN Meulaboh, Sabtu  12 Mei 2018.

Ini adalah pelatihan ke 13 yang dilaksanakan FAMe dengan materi, "Menulis puisi dengan menyampaikan pesan-pesan secara sastra,"  bersama Rosni Idham. Pelatihan ini ikuti oleh dosen dan mahasiswa di Aceh Barat.

Pada acara itu Rosni Idham mengingatkan soal plagiarisme. "Kita tidak boleh mengambil puisi orang lain untuk dijadikan milik kita. Itu akan beimbas plagiarisme," katanya.

Rosni Idham mengutip Prof. Etty Indriati dalam bukunya berjudul "Strategi Menghindari Plagiatisme" menyebutkan bahwa, plagiarisme pada pokoknya menggunakan karya orang lain. Seolah-olah karyanya sendiri, baik sebagian atau seluruhnya yang ada unsur niat/intensi, dan tersirat kesengajaan atau tanpa intensi akibat tidak tahu cara menyitasi dan parafrasa. "Merasa berhak, menjadi salah satu pemicu terjadinya plagiarisme," katanya.

Hukum, katanya, secara konstektual menyebutkan adanya ketentuan pidana berupa penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak 1 milliar rupiah, yakni pada Pasal 113 ayat 3 UU No. 28/2014 tentang  Hak Cipta terhadap kasus-kasus Pengumuman Ciptaan yang bukan miliknya. 

Rosni Idham menceritakan pengalamannya pernah diambil puisinya untuk dilombakan, diplagiat orang lain, bahkan menjadi juara. Ini tidak boleh terjadi karena akan mematikan kreatifitas seseorang dalam berimajinasi.

Koordinator FAMe chepter Meulaboh Muhsinuddin mengatakan materi pada pelatihan ke 13 ini adalah bagaimana cara menulis puisi oleh Rosni Idham. Perempuan paruh baya punya ini punya jam terbang tinggi soal menulis dan membaca puisi. Setidaknya, ia sudah menulis hampir 200 puisi dan telah membaca puisi ke berbagai negara.

"Bahkan, lewat puisinya, ibu Rosni Idham sudah mendapatkan pin emas Wanita Perdamain," jelas Muhsin. | RILIS.

Komentar

Loading...