Lecehkan Belasan Murid, Pimpinan Dayah dan Guru Dipenjarakan

Lecehkan Belasan Murid, Pimpinan Dayah dan Guru Dipenjarakan
Konfren pers di Mapolres Lhokseumawe |Foto: Try Vanny

KBA.ONE, Lhokseumawe - Seorang pimpinan dayah dan guru berinisial MY, 26 tahun, dan AI, 45 tahun, dijebloskan ke penjara Mapolres Lhokseumawe. Keduanya ditahan karena diduga melakukan pelecehan seksual kepada santri yang menuntut ilmu di dayah swasta miliknya, Kamis 11 Juli 2019.

Hingga saat ini polisi menerima 5 laporan resmi dari korban pelecehan. Tapi, petugas menyakinkan korban mencapai 15 orang. Pelaku melakukan aksi bejatnya sejak 2018 dengan modus mengajak korban membersihkan kamar milik pelaku.

"Setelah membersihkan kamar, korban disuruh tidur karena sudah larut malam. Setelah itu baru dia melakukan aksi bejatnya," ucap Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan.

Tersangka AI diketahui melalukan aksi bejatnya sebanyak 23 kali kepada 4 orang korban, sementara MY melakukan perbuatan serupa kepada 1 orang korban sebanyak 2 kali.

Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap santri lainnya, diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah. Barang bukti berupa dua unit handphone dan satu botol minyak zaitun juga turut diamankan pihak kepolisian.

Ari juga mangimbau kepada orang tua, apabila merasa anaknya menjadi korban pelecehan, diharapkan segera melaporkan kepada pihak kepolisian. Agar segera dilakukan trauma healling kepada korban dan menangkap pelaku kejahatan.

"Untuk melapor jangan takut, korban juga berpotensi menjadi pelaku apabila tidak kita dampingi dan sembuhkan psikologisnya. Ini merupakan hal yang serius dan membutuhkan kerja sama para orang tua," ucap Ari. ***

Komentar

Loading...