Lintas Geurutee Padat, Puluhan Sapi Ancam Pengguna Jalan

Lintas Geurutee Padat, Puluhan Sapi Ancam Pengguna Jalan
Suasana di Puncak Geurutee padat merayap. |KBA.ONE: Dafy

Sapi-sapi itu berkeliaran setiap hari sehingga membahayakan pengguna jalan.

KBA.ONE, Aceh Jaya - Hari ke lima lebaran, jalan lintas Banda Aceh-Aceh Jaya, khususnya di Gunung Geurutee, padat merayap karena banyaknya pengunjung singgah memarkir kendaraan roda dua dan empat di sisi kanan-kiri jalan, Minggu 9 Juni 2019.

Antrean panjang kendaraan mulai terlihat dari arah naik Gunung Geurutee, hingga menuju puncak Geurutee. Beberapa kendaraan tampak berhenti menunggu antrean roda dua dan empat yang melintas.

Salah satu pengemudi lintas, Imam Sadiqin, 38 tahun, kepada KBA ONE, mengatakan macet ini kemungkinan akibat banyaknya kendaraan yang singgah di warung-warung pinggir tebing gunung.

"Sehingga pengemudi yang melintasi jalan ini, terpaksa harus bersabar. Tempat ini memang bagus untuk disinggahi, tapi sayang lahan untuk parkir di sini tidak ada dan menyebabkan para pengguna jalan agak terganggu. Pemerintah harus mengambil sikap dan memberikan solusinya," tambah Imam Sadiqin.

Pengamatan KBA.ONE di jalan Banda Aceh-Aceh Jaya, pada beberapa titik tampak gerombolan ternak sapi berada di badan jalan sehingga menganggu pengemudi yang melintasi jalan itu. 

Kawanan sapi warga mengancam keselamatan pengendara. | KBA.ONE: Dafy.

Salah satu pengemudi sepeda Motor, Irza Afandi, 27 tahun, mengaku heran melihat hewan sapi itu. Pemiliknya seperti enggan menjaga ternaknya dan dibiarkan begitu saja tanpa memikir keselamatan pengguna jalan, ujarnya.

Apalagi, tambah Irza, saat ini  masih masa arus balik setelah lebaran. "Seharusnya kandangkan dulu lah ternak-ternak mereka itu, sehingga kami pengguna jalan tidak khawatir ketabrak sapi atau hewan ternak lainnya," pungkas Irza.

"Kandang sapi tidak seluas jalan raya. Dalam pemerintahan kabupaten juga ada qanunnya, tentang hewan ternak. Apakah qanun itu dikangkangi oleh mereka pemilik hewan ternak?" tanya Irza.

Selain itu, ujar dia, bukan hanya masa lebaran saja sapi-sapi itu bebas 'gentayangan' menganggu pengguna jalan, namun di hari biasa itu lebih parah.

"Pihak terkait harus mengambil tindakan tegas serta memberikan efek jera kepada para pemilik ternak yang tidak indahkan qanun yang ada," tambah dia.

Sehingga ke depannya para peternak ataupun pemilik bisa lebih tertib. "Ini bukan jalan pribadi, tetapi jalan umum, milik negara yang dapat digunakan bagi pengemudi lintas, siapapun itu," tutup Irza Afandi.***

Komentar

Loading...