MAA Aceh Singkil Kirim Surat Kepada Plt. Gubernur Aceh

MAA Aceh Singkil Kirim Surat Kepada Plt. Gubernur Aceh
Ketua MAA Aceh Singkil, Zakaria. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Surat pernyataan atas keberatan Plt. Ketua Majelis Adat Aceh ( MAA ) datang hampir dari seluruh kabupaten kota di Aceh, kali ini pernyataan sikap datang dari tokoh adat Aceh Singkil.

Surat pernyataan sikap MAA Aceh singkil tentang hasil mubes MAA propinsi Aceh bernomor 024/16/2019 itu ditanda tangani ketua MAA kabupaten Aceh Singkil, Zakaria, serta para wakil, H. Mufrin, SH dan Zakirun Pohan, S.Ag, MM, dan dikirim ke redaksi www.kba.one, Selasa, 5 Maret 2019.

Surat keberatan itu berisi 5 butir pernyataan sikap atas keputusan Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang tidak menerima hasil musyawarah besar (Mubes) MAA kemudian menunjuk H. Zaidan Nafi selaku Plt. Ketua MAA.

Butir - butir keberatan itu disampaikan atas kesaksian peserta mubes 23 - 24 Maret 2018 bahwa perjalanan mubes itu dinilai sudah sah sesuai Qanun Nanggro Aceh Darussalam no.3 tahun 2004, pasal (1) tentang pembentukan susunan organisasi dan tata kerja Majelis Adat Aceh ( MAA ) Nanggroe Aceh Darussalam, bahkan saat itu dihadiri oleh Sekda Aceh, Drs. Dermawan, perwakilan dari pemerintah Aceh.

Menurut peserta Mubes dari Singkil, penetapan pengurus MAA priode 2019 - 2024 sudah sah secara hukum karena dipilih dalam mubes dan sejalan dengan tata tertib pemilihan dan dihadiri seluruh MAA kabupaten kota se Aceh.

Untuk itu, pengurus MAA yang telah dipilih dari hasil Mubes, Tengku H. Badruzzaman Ismail, SH, M.Hum, sebagai ketua terpilih dinyatakan sah demi hukum sebab berdasarkan peraturan yang berlaku dan diatur dalam Qanun Aceh sebagai peraturan keistimewaan Aceh.

Butir terakhir dalam surat itu, pihak pengurus MAA Aceh Singkil meminta Plt. Gubernur Aceh untuk meninjau ulang surat keputusan gubernur terhadap Plt. Ketua MAA serta mengukuhkan pengurus MAA hasil Mubes agar roda organisasi adat Aceh berjalan baik dan bersinergi dengan program pemerintah Aceh untuk mewujudkan Aceh yang bermartabat, demikian surat pernyataan MAA Aceh Singkil. ***

Komentar

Loading...