Mahasiswa Poltekkes Meulaboh Galang Dana Bantu Korban Gempa NTB

Mahasiswa Poltekkes Meulaboh Galang Dana Bantu Korban Gempa NTB
Mahasiswa Poltekkes Aceh Barat saat menggalang dana, Rabu 7 Agustus 2018. Photo: KBA/Revina Rahayu.

KBA.ONE, Aceh Barat - Mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) dan Akademi Keperawatan (Akper), Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Aceh wilayah Meulaboh, menggalang dana untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa 7 Agustus 2018. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa Poltekkes Meulaboh terhadap nasib para korban gempa.

Aksi penggalangan dilakukan mahasiswa Poltekkes di dua lokasi terpisah di Lampu Merah Simpang Pelor dan Simpang Kisaran. Berbekal kardus, mahasiswa mendatangi pengendara yang dengan iklas menyumbangkan uangnya untuk korban gempa.

"Penggalangan ini kami lakukan untuk membantu meringankan beban para korban gempa di Lombok, NTT. Apalagi kita juga pernah mengalami bencana yang sama tahun 2004 silam. Sebagai mahasiswa, tentunya kita harus cepat bergerak ketika bencana terjadi, baik itu wilayah kita ataupun di wilayah lain, karena kita satu NKRI,” kata Safril, Kordinator aksi.

Penggalangan kata Safril dilakukan mahasiswa Poltekkes Meulaboh mulai pukul 15.00-18.00 WIB, dan dijadwalkan akan digelar selama tiga hari, sejak tanggal 6 hingga 8 Agustus 2018. "Kemarin (Senin) kami berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 4.050.000,” ungkap Safril.

Safril berharap, masyarakat Aceh Barat ikut peduli dengan nasib yang menimpa korban gempa lombok dengan turut menyisihkan sebahagian harta bendannya sebagai bentuk kepedulian atas nasib para korban. Seluruh dana yang terkumpul kata Safril akan diantarkan langsung ke Lombok, NTT.

“Rencana antar langsung, tapi kami juga akan berkoordinasi dengan Poltekkes Aceh. Kepastiannya kita tunggu kesepakatan bersama,” sebutnya

Gempa berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Timu, Minggu sore, 5 Agustus 2018, sekitar pukul 18.45 WIB. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok menyebut hingga Senin 6 Agustus 2018 subuh sekitar pukul 04.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut mencapai 82 jiwa.

Selain koban jiwa, gempa mengakibatkan ratusan korban luka, ribuan rumah mengalami kerusakan fisik yang cukup parah. Jumlah korban jiwa dan kerusakan rumah terparah berada tiga titik yakni Kota Mataram, Lombok Utara dan Lombok Timur.

Komentar

Loading...