Mannequin, Cara Unik Menyindir Pemudik - Daerah - Kantor Berita Aceh (KBA)

Mannequin, Cara Unik Menyindir Pemudik

Mannequin, Cara Unik Menyindir Pemudik
Salah satu mannequin Polantas di Jalan Medan-Banda Aceh. | Foto: Ist

Tujuan yang ingin dicapai adalah bagaimana masyarakat dapat tersentil dan malu melanggar lalulintas. | Iptu Sandy Titah, Kasat Lantas Polres Aceh Utara.

KBA.ONE, Aceh Utara - Kasat lantas Polres Aceh Utara Iptu Sandy Titah Nugraha, kembali meluncurkan cara unik dan kreatif mengimbau masyarakat di Kabupaten Aceh Utara agat menaati peraturan lalu-lintas. Kali ini pria tampan itu memajang puluhan mannequin (model) berbentuk Polantas berdiri di tepi jalan nasional Medan-Banda Aceh sambil memegang spanduk imbauan lucu, Rabu 13 Juni 2018.

Puluhan mannequin yang ditempatkan di beberapa titik sepanjang jalan lintas provinsi Medan-Banda Aceh itu, mendapat apresiasi dari masyarakat. Terbukti banyak masyarakat yang singgah dan berfoto selfie dengan puluhan mannequin-mannequin tersebut.

"Tujuan yang ingin kami capai adalah bagaimana masyarakat dapat tersentil dan malu melanggar lalulintas. Bagi pengendara yang merasa lelah, maka akan segar kembali saat melihat banyak polisi (mannequin) berdiri di tepi jalan sambil memegang spanduk imbauan. Tidak mustahil masyarakat berhenti dan berfoto, sehingga tanpa disadari telah beristirahat sejenak dalam menempuh perjalanan mudik," kata Sandy.

Ada beberapa kalimat yang ditulis di spanduk tersebut, di antaranya, 
Lu “CINTA” Luna? Jangan deh, mendingan Lu “CINTA” nyawa wkwkwk. Kemudian "Pah, jangan ngebut-ngebut, mama gak mau jadi janda kedua kalinya" dan "Cowok sejati gak punya “TIK TOK”, tapi punyanya SIM, STNK dan Buku Nikah". Serta masih banyak lagi kata-kata yang memberikan edukasi namun dapat mengocok perut pengguna lalu lintas.

Menurut Sandy, memasang spanduk imbauan sudah umum dilakukan. Sat lantas harus mencoba cara baru untuk memberikan kesadaran pada masyarakat dan menurunkan angka kecelakaan, terlebih memasuki arus mudik seperti saat ini.

"Pasang spanduk sudah mainstream. Kami ingin membuat sesuatu yang baru dan lebih bermanfaat bagi masyarakat," tutupnya.

Komentar

Loading...