Masyarakat Mukim Pining dan Goh Lemu Minta Penetapan Wilayah

Masyarakat Mukim Pining dan Goh Lemu Minta Penetapan Wilayah
Lokasi wilayah mukim dan hutan adat di Kecamatan Pining, Gayo Lues | Ist

KBA.ONE, Gayo Lues - Masyarakat hukum adat Mukim Pining dan Goh Lemu menyampaikan permohonan penetapan wilayah mukim dan hutan adat mereka kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Senin, 3 Desember 2018. Menurut rilis Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh yang diterima KBA.ONE hari ini, surat permohonan tersebut disampaikan langsung para kepala mukim kepada Amru di kantor Camat Pining saat kunjungan kerja bupati.

"Permohonan ini kami serahkan dengan harapan agar Pemerintah Gayo Lues dapat segera mengeluarkan keputusan atau peraturan tentang wilayah mukim dan hutan adat mukim di Kecamatan Pining. Selanjutnya kami akan mengajukan penetapan hutan adat kami kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI,” ujar Kepala Mukim Goh Lemu, Ali Hasan. Amru yang menerima langsung permohonan tersebut merespon positif terhadap. Dia mengatakan akan segera menindaklanjutinya.

Adapun Kepala Mukim Pining, M Daud Arifin menambahkan sebelumnya telah dibuat peta wilayah mukim secara partisipatif oleh masyarakat, komponen pemangku adat, "jema opat" (struktur adat) dari setiap kampung, pawang uten, dan pawang aih. Pembuatan peta itu juga berkoordinasi dengan Muspika Pining, instansi-instansi terkait, dan didampingi Forum Penjaga Hutan dan Sungai Harimau Pining, JKMA Aceh, serta Yayasan HAkA.

Usman Ali dari Forum Penjaga Hutan dan Sungai Harimau Pining yang turut mendampingi proses sejak awal mengatakan penetapan wilayah dan hutan adat dianggap sangat mendesak dilakukan, mengingat lokasi dan ketergantungan masyarakat dengan hutan. "Selain itu, penetapan hutan adat nantinya akan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat hukum adat di Mukim Goh Lemu dan Mukim Pining untuk mengelola dan memanfaatkan hutan adatnya secara lestari dan berkelanjutan."

Menurut Sekretaris Pelaksana JKMA Aceh Zulfikar Arma, penetapan wilayah dan hutan adat merupakan proses lanjutan dari rangkaian advokasi penetapan hutan adat Mukim Pining dan Mukim Goh Lemu. "Setelah adanya keputusan bupati tentang wilayah mukim, akan diteruskan kepada Kementerian LHK agar dapat segera ditetapkan menjadi hutan adat, sesuai dengan Permen LHK Nomor 32 Tahun 2015 tentang Hutan Hak."

Mukim Pining dan Goh Lemu terletak di Kecamatan Pining. Jaraknya sekitar 35 kilometer ke ibu kota kabupaten, Blang Kejeren. Kedua mukim ini berada di ketinggian 400 hingga 2850 meter dari permukaan laut. Wilayah mukim-mukim tersebut masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser.

Mukim Goh Lemu membawahi empat kampung yaitu Gajah, Pepelah, Uring, dan Pintu Rime. Sedangkan Pining lima kampung yaitu Ekan, Pertik, Pining, Lesten, dan Pasir Putih.

Zulfikar Arma mengatakan beragam aturan adat dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan hutan masih bisa ditemukan hingga saat ini di sana. "Aturan-aturan adat yang salah satunya membahas sanksi adat bagi warga yang merusak sungai dan hutan telah didokumentasikan dalam Peraturan Bersama Pengulu Kampung se-Kecamatan Pining," ujarnya.

Selain itu, kata dia, masih hidupnya struktur lembaga adat seperti pawang uten yang mengatur kawasan hutan dan juga membawahi pawang karo, pawang lebah, dan pawang aih. "Semua itu sudah menjadi bagian dari identitas adat istiadat suku Gayo di Pining."

Komentar

Loading...