Maut Mengintai di Atas Jembatan Gantung Lhok Guci

Maut Mengintai di Atas Jembatan Gantung Lhok Guci
Warga melintas di atas jembatan gantung Lhok Guci. | KBA.ONE: Revina Rahayu.

Karena tidak kunjung diperbaiki, satu per satu alas jembatan yang terbuat dari kayu pun ikut rusak.

KBA.ONE, Aceh Barat - Hati-hati jika Anda melintasi jembatan gantung Lhok Guci di Desa Lhok Guci, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat! Hingga kini, sejak kerusakan setahun lalu, kondisi lantai jembatan kian parah dan mengerikan. Belum ada upaya perbaikan dari pemerintah sehingga warga yang melintas menggunakan jembatan penghubung antar desa itu selalu mengeluh karena khawatir akan keselamatan mereka. 

Jembatan Lhok Guci mengalami kerusakan akibat dihantam banjir pada Desember 2017. Namun, kondisi tersebut diperparah karena dalam kurun waktu setahun terakhir wilayah setempat sering dilanda banjir.

Nyakna, 50 tahun, warga Desa Lhok Guci, mengatakan kerusakan pertama terjadi karena luapan air sungai yang menyebabkan beton penahan jembatan terkikis dan memutuskan tali penyangga jembatan. “Karena talinya putus, jembatan jadi miring,” ujar Nyakna,  Jum’at, 8 Maret 2019.

Awalnya, kerusakan hanya terjadi di satu sisi jembatan. Namun, karena tidak kunjung diperbaiki, satu persatu alas jembatan yang terbuat dari kayu pun ikut rusak. Tak hanya itu, dinding jembatan saat ini juga sudah mulai terlepas dari tiang penyangganya.

Agar bisa dilewati, kisah Nyakna, warga sekitar bergotong royong melakukan perbaikan alas jembatan dengan menggunakan kayu. Tapi, keadaan tersebut tidak menjamin keselamatan masyarakat yang melintas.

“Tak ada pilihan lain, jembatan ini sangat kami butuhkan. Agar tetap bisa dilewati, kami selalu memperbaiki alasnya menggunakan kayu,” jelas Nyakna.

Setiap hari, tambah Nyakna, warga masih tetap saja melintasi jembatan Lhok Guci meski maut mengancam. Sebab jembatan gantung ini merupakan jalan alternatif terdekat menuju desa tetangga meskipun kondisinya sudah tidak layak untuk digunakan. 

Padahal, kata dia, “pernah beberapa warga terjatuh saat melintasi jembatan tersebut sehingga mengalami luka-luka dan bahkan ada yang terkilir.” 

Ia berharap, pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut agar masyarakat bisa kembali melintasi jembatan tanpa dihantui rasa takut akan jatuh ke sungai.

Jembatan gantung Lhok Guci adalah jembatan menghubungkan lima desa antara kecamatan Pante Ceureumen dan Panten Reu, di antaranya, Desa Cot Manggi, Suak, Tamping, Babah Krueng manggi dan Desa Blang Balee. Jembatan ini dibangun pada 2008, menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Bukhari, mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan penyusunan program untuk pembangunan sarana prasarana seperti jalan, jembatan dan irigasi di wilayah Aceh Barat.

“Kita sedang melakukan survei lapangan untuk melihat kondisi baik itu jalan ataupun jembatan yang urgen sehingga harus segera dibangun,” ujarnya kepada KBA.ONE saat dihubungi via telepon seluler, Sabtu, 9 Maret 2019

Ia menambahkan Dinas PUPR Aceh Barat saat ini sedang melakukan penyusunan paket untuk diajukan pada anggaran 2020. Namun, terkait perbaikan jembatan gantung Lhok Guci, Bukhari belum bisa memastikan jembatan tersebut bisa dibangun tahun ini atau tidak. “Semua tergantung anggaran,” tutup Bukhari.

Komentar

Loading...