Media Turki Bocorkan Rekaman 15 Terduga Pembunuh Khashoggi

Media Turki Bocorkan Rekaman 15 Terduga Pembunuh Khashoggi
Rekaman CCTV menunjukkan beberapa orang terduga pembunuh Khashoggi di gedung konsulat Arab Saudi | Anadolu

KBA.ONE, Turki - Kantor berita Anadolu membocorkan foto dan rekaman 15 orang yang diduga anggota tim pembunuh jurnalis Washington Post Jamal Khasoggi, Rabu, 20 Desember 2018. Rekaman menunjukkan orang-orang Saudi tersebut terlihat di gerbang Bandara Kemal Ataturk hingga saat mereka masuk ke kantor konsulat Saudi di Turki. Di kantor konsulat itulah, hingga kini diyakini Jamal Khashoggi dibunuh, tepatnya pada 2 Oktober 2018.

Gambar-gambar tersebut diperoleh setelah kepolisian Istanbul dan intelijen Turki meneliti lebih dari 3.500 jam rekaman video CCTV dari 147 kamera yang terletak di 80 area berbeda, seperti Bandara Ataturk. Dari hasil olah video disimpulkan, anggota tim pembunuh Khasoggi tiba di Turki secara tidak bersamaan.

Kumpulan rekaman CCTV sejak 1-3 Oktober itu memperlihatkan pergerakan ke-15 orang tersebut. Mereka tiba beberapa jam sebelum pembunuhan. Setelah itu memasuki konsulat dan kediaman konsuler, dan akhirnya terbang meninggalkan Turki.

Dilansir Anadolu, rekaman itu menunjukkan perwira intelijen Saudi Mohammad Saad al-Zahrani, 30 tahun; Mayor Jenderal Mansour Othman M. Abbahussain, 46 tahun; dan perwira intelijen Naif Hassan Saad al-Arifi, 32 tahun, mendarat di Bandara Ataturk pada 1 Oktober, pukul 04.30 sore waktu setempat. Setelah itu, ketiga orang ini pergi menuju ke sebuah hotel.

Lalu pada 2 Oktober, rekaman menunjukkan Abdulaziz Mohammed al-Hawsawi, 31 tahun, anggota tim keamanan Pangeran Saudi, dan petugas intelijen Saad Meshal al-Bostani, 31 tahun, tiba di bandara pada 2 Oktober, pukul 01.30 dinihari.

Pada hari yang sama, kelompok lain mendarat di bandara pada pukul 03.30. Mereka adalah Letnan Kolonel Badr Lafi al-Otaibi, 45 tahun; penjaga kerajaan Walid Abdullah al-Shihri, 38 tahun, Brigadir Jenderal Mustafa Mohammed M. Almadani, 57 tahun; Fahad Shabib A. Albalawi, 33 tahun, dan Maher Abdulaziz Mutreb, 47 tahun. Mutreb mantan diplomat dan pejabat intelijen yang saat ini dekat dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

Selain itu ada juga pengawal bernama Thaar Ghaleb T. al-Harbi, 39 tahun; ahli strategi, perencanaan dan komunikasi Turki Musharraf M. Alshehri, 36 tahun; dokter forensik Salah Muhammed al-Tubaigy, 47 tahun; dan Saud al-Qahtani, 45 tahun, salah seorang pembantu utama Muhammad bin Salman.

Setelah itu, antara pukul 09.50 hingga 10.57, sembilan orang masuk ke kantor Konsulat Saudi secara terpisah. Mereka adalah Mutreb, al-Harbi, al-Otaibi, al-Zahrani, Alshehri, Albalawi, Almadani, al-Qahtani, dan Tubaigy. Saat itu, masuk juga seorang lagi bernama Waleed Abdullah M. Alsehri, 38 tahun.

Antara pukul 11.00 hingga 12.30, menyusul masuk al-Hawsawi, al-Arifi, al-Bostani, dan Abbahussain, bersama dengan Khalid Aedh G. Alotaibi, 30 tahun. Mereka secara terpisah memasuki kediaman konsulat.

Adapun Khashoggi memasuki konsulat pukul 13.15. Pada jam-jam berikutnya setelah itulah, otoritas Turki meyakini Khashoggi dieksekusi. Para pejabat Turki mengklaim Khashoggi disiksa, dibunuh, dan tubuhnya dipotong-potong.

Setelah pembunuhan, orang pertama dari tim tersebut yang meninggalkan konsulat adalah Almadani dan al-Qahtani. Keduanya pergi melalui pintu belakang pada pukul 14.53. Almadani terlihat mengenakan pakaian yang mirip dengan Khashoggi. Dia juga memakai janggut dan kumis palsu serta membawa sebuah tas hitam. Setelah naik taksi, pada pukul 16.13, Almadani pergi ke kamar mandi sebuah masjid untuk berganti pakaian.

Video lain juga memperlihatkan sebuah minibus yang diparkir dalam konsulat meninggalkan gedung itu sekitar pukul 15.00. Di dalam rekaman tampak minibus tersebut bolak-balik antara gedung konsulat dan kediaman konsul. Penyidik meyakini kendaraan ini digunakan untuk mengangkut potongan-potongan tubuh Khashoggi.

Sorenya, sekitar 18.30, enam dari 15 orang tersebut meninggalkan Istanbul dengan jet pribadi, untuk kembali ke Arab Saudi. Menyusul pukul 22.50, tujuh orang lainnya. Sedangkan pada 3 Oktober, giliran Almadani dan al-Qahtani yang kembali ke Saudi.

Dilansir Aljazeera, seorang anggota tim bernama Saud al-Qahtani, bertindak sebagai pengawas pembunuhan tersebut. Qahtani kini menjabat penasihat Kerajaan Saudi.

Khashoggi, kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki konsulat di Istanbul pada 2 Oktober. Arab Saudi awalnya tidak mengakui Khashoggi terbunuh. Namun, setelah muncul desakan internasional, Jaksa Agung Arab Saudi Sheikh Saud al-Mojeb berkilah Khashoggi tewas setelah berdiskusi dengan beberapa orang di konsulat yang berujung dengan perkelahian.

Hingga kini, potongan tubuh Khashoggi belum ditemukan. Saudi menutup diri dari upaya penyelidikan penuh oleh polisi dan intelijen di gedung konsulat. Walaupun mengizinkan ahli toksikologi dan ahli kimia mencari bukti di gedung itu, Arab Saudi tidak mengizinkan Turki untuk menyelidiki tempat-tempat yang lebih rinci sepeti taman atau sumur di kebun.

Komentar

Loading...