Membersihkan Monumen Hawk 200, Mengenang Maimun Saleh

Membersihkan Monumen Hawk 200, Mengenang Maimun Saleh
Personel Lanud SIM mencuci dan mengecat ulang monumen pesawat Hawk 200 Maimun Saleh di Aneuk Galong, Aceh Besar memperingatan Hari bakti TNI AU ke-71, Kamis 19 Juli 2018. Photo/Biyan Nyak Jeumpa

"Membersihkan monumen bentuk penghargaan TNI AU kepada Sersan Mayor Udara Maimun Saleh penerbang pertama asal Aceh." Ketua Panitia Kasifasint Mayor Sus Bertinus Purba.

KBA.ONE, Aceh Besar - Belasan personil Pangkalan Udara Militer (Lanud) Sultan Iskandar Muda (SIM) melakukan aksi bersih-bersih monumen pesawat Hawk Maimun Saleh di persimpangan Aneuk Galong, Montasik, Kabupaten Aceh Besar.

Aksi bersih-bersih dalam memperingati Hari Bakti TNI Angkatan Udara Ke-71 ini merupakan bentuk penghargaan kepada Sersan Mayor Udara Maimun Saleh, putra Aceh kelahiran Aneuk Galong, Aceh Besar, 14 Mei 1929 silam.

Ketua Panitia serbu Monumen Pesawat Hawk, Kasifasint Mayor Sus Bertinus Purba mengatakan selain mencuci monumen badan pesawat, para personel Lanud SIM juga mengecat badan pesawat yang sudah buram.

“Pencucian dan pengecatan yang kita lakukan melibatkan Dinas Kebersihan dan Keindaan Kota Banda Aceh serta BPBD Kabupaten Aceh Besar," jelas Bertinus Purba, Kamis, 19 Juli 2018.

Monumen Pesawat Hawk 200 ini, sebut Bertinus Purba, menjadi kebanggaan tersendiri TNI Angkatan Udara yang kini menjadi ciri khas di daerah Aneuk Galong.

"Membersihkan monumen ini bentuk penghargaan TNI Angkatan Udara kepada masyarakat Aceh untuk mengenang penerbang pertama asal Aceh, Sersan Mayor Udara Maimun Saleh yang dimakamkan tidak jauh dari monumen," ujarnya.

Sersan Mayor Udara Maimun Saleh, adalah seorang putra Aceh yang lahir di Aneuk Galong, 14 Mei 1929. Setelah diterima menjadi murid sekolah penerbangan di Koetaradja (Banda Aceh) tahun 1949, Maimun Saleh akhirnya dipindahkan ke sekolah penerbangan di Kalijati tahun 1950.

Memperoleh ijazah sebagai penerbang kelas 3 pada tahun 1951, membuat Maimun Saleh masuk Skadron IV (pengintai darat) dan ikut dalam semua operasi udara yang menjadi tugas tanggung jawab kesatuannya. Namun pada tanggal 1 Agustus 1952, Maimun Saleh yang menerbangkan pesawat intai Auster IV-R-80 mengalami kecelakaan dan gugur sebagai kusuma bangsa.

“Sudah menjadi tanggung jawab kita merawat ikon Aceh Besar, dan bagi TNI Angkatan Udara sendiri, sangat kental nilai sejarahnya dalam dunia penerbangan, sehingga kita sebagai generasi penerus harus menjaga nilai dan tempat bersejarah ini,” katanya.

Selain melakukan pengecatan, personel TNI AU juga memperbaiki kondisi lampu di sekitar tugu agar kembali menyala di malam hari dan menerangi monumen.

Monumen peringatan Hari Bakti TNI AU kali ini juga diisi dengan kegiatan membersihkan beberapa situs budaya di sekitar Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, berziarah dan khitanan massal bagi warga sekitar Lanud SIM.

Kontributor Banda: Aceh  Biyan Nyak Jeumpa

Komentar

Loading...