Mengulang Ekspedisi Kurban hingga ke Idlib dan Aleppo

Mengulang Ekspedisi Kurban hingga ke Idlib dan Aleppo
Berbagi kebahagiaan lewat kurban. | Foto: ACTNews

KBA.ONE, IDLIB – Dua kali lebaran dalam setahun, tak ada yang bisa menjamin akan menjadi hari yang membahagiakan. Begitu nasib yang terus berulang setiap tahunnya di Tanah Suriah. Menjadi pengungsi, tak punya apapun. Tak punya harta, semua dimulai dari titik terendah. Keriuhan yang hadir tak akan pernah sama seperti ketika sebelum konflik bermula. 

Namun, bukan berarti tak ada kebahagiaan lebaran yang tak bisa diciptakan. Ikhtiar inilah yang setiap tahunnya diulang terus menerus, khususnya dalam momen lebaran kurban.

Mengapa tidak untuk kirimkan kurban sampai ke Tanah Suriah?

Seperti awal Bulan September tahun 2017 lalu, beberapa hari menjelang hari Idul Qurban 1438 H, kembali ke Provinsi Idlib bahkan sampai Aleppo di Suriah adalah sebuah pilihan yang harus diikhtiarkan semaksimal mungkin. 

Mobil kurban ACT untuk Suriah. | Foto: ACTNews.

Kalau ada tempat berlindung terbaik dari hujan-hujan udara yang jatuh di Aleppo, maka Idlib lah pilihannya. Idlib, sebuah kota yang berada di paling barat Suriah – berbatasan langsung Provinsi Hatay di Turki – disebut menjadi sebuah de-escalation zone. Zona de-eskalasi punya pesan bahwa, Idlib dijadikan sebagai zona paling aman untuk mengungsi dari eskalasi konflik yang telah menghancurkan tiap-tiap sudut Suriah.

Setelah Aleppo luluh lantak, jutaan pengungsi lari ke Idlib. Sampai tahun 2017 lalu, pengungsi yang membeludak di Idlib mencapai 1,1 juta jiwa dari total pengungsi Suriah seluruhnya 6,1 juta jiwa.

Menjadi pengungsi internal (Internally Displaced People) tak sempat lagi membawa harta benda terakhir di Aleppo. Menetap di Idlib apa adanya, nihil pekerjaan, nihil bangku-bangku sekolah.

Bawa Kurban sampai ke Idlib dan Aleppo

Tahun lalu, upaya maksimal untuk masuk ke Idlib sesungguhnya bukan kali pertama diikhtiarkan. Berkali-kali momen qurban tahun-tahun sebelumnya, amanah dari masyarakat Indonesia berhasil masuk sampai ke dalam Suriah.

Perjalanan membawa kambing-kambing qurban sampai ke dalam Suriah dikisahkan oleh Firdaus Guritno, perwakilan ACT Cabang Turki. Ia mengatakan, distribusi kurban untuk Suriah pertama kali dimulai di sepanjang perbatasan Turki-Suriah.

“Sejak hari Iduladha, kami mulai distribusi kurban pertama di sepanjang wilayah Reyhanlı dan Gültepe di Provinsi Hatay Turki. Kemudian distribusi berikutnya sambangi wilayah Tarsus dan area padat pengungsi Suriah di Kota Mersin, Provinsi Mersin,” kisah Firdaus.

Beriringan dengan implementasi qurban di perbatasan Turki, Tim Global Qurban juga masuk sampai ke wilayah Al-Dana, Al-Atareb, dan Al-Qasr masing-masing di dalam Aleppo. Memasuki hari-hari terakhir tasyrik, Global Qurban pun akhirnya bisa masuk sampai ke Idlib.

Apa yang ditemukan di dalam Idlib? Bayangan tentang 1,1 juta pengungsi Suriah yang “terjebak” di Idlib benar adanya. Seperti tak berbeda dengan Aleppo, jejak bom, atau rudal dihempas persis di tengah kota. Tembok bolong, fondasi hancur berantakan.

Menjelang terbenam matahari di hari tasyrik terakhir, doa dan ucapan terima kasih datang dari Idlib. Muhammad Mar’I Assalum namanya. Ia dan sembilan anggota keluarganya berasal dari Aleppo, kini menetap di Kota Ayn Larouz Idlib.

Sang Ayah dari delapan orang anak ini mengaku terkejut ketika mobil Global Qurban mampir ke gang kecil berdebu di tengah pinggiran Idlib.

“Tentu menghidupi keluarga besar di tengah perang ini menjadi sangat sulit. Kami tak bisa kemana-mana, kalau Idlib terus diserang, ke mana lagi kami harus mengungsi? Tapi Idul adha tahun 2017 jadi lebih semarak untuk kami. Kebahagiaan Iduladha dari Indonesia terbawa sampai ke Idlib. Terima kasih Indonesia,” kata Muhammad di Idlib, awal September 2017. 

Komentar

Loading...