Menuju Tal Shihab, Kirim Paket Pangan untuk Pengungsi Daraa

Menuju Tal Shihab, Kirim Paket Pangan untuk Pengungsi Daraa
Tim ACT mengirim bantuan ke kamp pengungsi di Tal Shihab, Suriah. | Foto: ACTNews.

Dari titik perbatasan, sepetak wilayah bernama Tal Shihab menjadi salah satu lokasi penampungan pengungsi dekat gerbang batas Suriah dan Yordania.

KBA.ONE, Suriah – Mereka menunggu di tanah perbatasan, menunggu dengan harapan konflik selesai, atau menunggu kemungkinan terbaik lain ketika gerbang perbatasan Yordania dibuka. Dari perbukitan di sebelah selatan Suriah, daerah yang dikenal warga lokal dengan sebutan “free zone” itu, kini telah berubah menjadi tenda-tenda pengungsian.

Dulu, sebelum konflik Suriah memanas, di tanah perbatasan ini, segala urusan komersial perdagangan skala kecil antara warga Yordania dan Suriah dilakukan. Namun kini, area bebas cukai (duty-free) itu berubah fungsi menjadi deretan kamp-kamp.

Tanah perbatasan itu menjadi lokasi penampungan ribuan pengungsi asal kota terdekat Daraa. Kota yang beberapa pekan terakhir menjadi target serangan jet-jet tempur rezim. Kota yang punya nasib sama dengan Aleppo juga Ghouta Timur, luluh lantak dihujani artileri berat.

Mengutip data dari Global Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggap (ACT), sejak Juni 2018 silam, jumlah pengungsi yang mencoba keluar dari mimpi buruk di Daraa berjumlah tak kurang dari 330.000 jiwa. Tetapi, pelarian tak pernah berjalan mulus.

Alih-alih membuka gerbangnya, Yordania bergeming dengan alasan tak ada sumber daya lagi di Yordania untuk menampung pengungsi Suriah. “Sudah lebih dari 1,3 juta pengungsi Suriah di Yordania. Kami tak lagi bisa menampung lebih,” ucap Menteri Luar Negeri Yordania lewat akun Twitter-nya awal Juli lalu.

Tak bisa berlari ke manapun, bertahan adalah pilihan terbaik. Dari titik perbatasan, sepetak wilayah bernama Tal Shihab menjadi salah satu lokasi penampungan pengungsi dekat gerbang batas Suriah dan Yordania. Bertahan hidup dengan alas tanah dan atap langit, bersama tenda-tenda darurat yang dibangun dengan barang apapun yang masih tersisa. Ranting kayu menjadi fondasi, tikar tipis menjadi atap.

“Lokasinya berada di Barat Laut Daraa, hanya 13 kilometer atau setengah jam rata-rata perjalanan normal dari Daraa. Mitra ACT di dalam Suriah mengatakan, hamparan lahan pertanian di Tal Shihab telah berubah jadi deretan tenda-tenda darurat pengungsian asal Daraa,” kata Firdaus Guritno, dari Tim GHR – ACT.

Kirim bantuan darurat untuk pengungsi di Tal Shihab

Mendapat kabar tentang kondisi Tal Shihab, Tim GHR - ACT dan mitra di dalam Suriah berhitung-hitung segala kemungkinan. Upaya terbaik dikerahkan untuk mengirimkan bantuan darurat bagi pengungsi di tenda-tenda darurat di Tal Shihab. “Berapa jumlah pengungsi yang bisa terjangkau, kebutuhan apa saja yang mereka butuhkan di tenda darurat. Bagaimana kondisi kesehatan pengungsi. Semua kabar langsung dari Tal Shihab dikirimkan oleh mitra ACT di dalam Suriah,” papar Firdaus.

Hingga akhirnya, dimulai pekan pertama Juli 2018 kemarin, distribusi bantuan pangan untuk pengungsi Daraa bisa dimulai.

“Belasan item paket pangan bergegas disiapkan. Dibeli dari pasar-pasar atau toko kelontong di wilayah sekitar Tal Shihab yang masih bisa diakses. Total sebanyak 500 paket disiapkan untuk 500 keluarga pengungsi di tenda pengungsian Tal Shihab,” jelas Andi Noor Faradiba, Kordinator Tim Aksi GHR – ACT.

Faradiba menjelaskan lebih lanjut, belasan paket yang disiapkan untuk pengungsi Daraa berupa beras, gula, teh, minyak, makaroni, dan bahan pangan lainnya.

“Kami siapkan 500 paket bantuan untuk setara dengan 3.000 orang pengungsi. Insya Allah volume bantuan yang kami siapkan bisa digunakan untuk kebutuhan pangan satu keluarga selama satu bulan ke depan,” pungkas Faradiba. ***

Komentar

Loading...