Meregang Nyawa, Zulkarnain Ucap ‘La Ilaha Illallah’

Meregang Nyawa, Zulkarnain Ucap ‘La Ilaha Illallah’
Gulungan kawat dan tang yang akan diambil Zulkarnain dari rumah ibunya, Salbiah. Foto: KBA/Try Vanny.

Zulkarnain tersengat listrik. Nyawanya tak tertolong dan meninggal di lokasi kejadian.

KBA.ONE, Aceh Utara - Zulkarnaini, warga Gampong Matang Teungoh Selatan, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, tewas setelah memegang kawat yang teraliri listrik. Sebelum tak sadarkan diri, Zulkarnain sempat mengucapkan kalimat tauhid.

Seperti diceritakan oleh Kepala Kepolisian Sektor Langkahan Ipda Samsul Bahri,Kamis, 30 November 2017, usai salat Magrib, kemarin, Zulkarnaini mendatangi rumah Rubiah, ibunya, yang berada tak jauh dari rumahnya. Dia berniat mengambil kawat yang tergeletak bersisian dengan mesin pemompa air, di luar rumah ibunya.

Rubiah mendengar kehadiran seseorang di luar rumah lantas bertanya, “siapa di luar?” “Ini saya, Mak. Mau ambil kawat,” kata Zulkarnain.

Kawat ini akan dibawanya pulang. Bermodalkan sebuah tang, Zulkarnain memotong kabel itu. Tapi ternyata, kawat itu bersentuhan dengan kabel yang bersentuhan dengan aliran listrik ke mesin pompa itu.

Zulkarnain yang tak menyadari hal itu menyentuh dan tersengat listrik. Kejadian itu diketahui oleh Salbiah yang bergegas keluar dan mendapati anaknya tersungkur di tanah. Salbiah mencoba menarik Zulkarnain. Tapi dia juga ikut tersetrum.

Salbiah melepaskan tarikannya dan  berteriak minta tolong. Sambil melihat Salbiah, Zulkarnain yang menahan sakit berseru, “la ilaha illallah.” Tak lama berselang. Bantuan yang diharapkan pun datang.

Warga yang melihat Zulkarnain tersetrum listrik segera mencari sumber aliran dan memutuskannya. Saat diperiksa, Zulkarnain sudah tak bernyawa. Jasadnya disemayamkan di rumah ibunya, Salbiah.

Kontributor Aceh Utara Try Vanny

Komentar

Loading...