Misteri Hantu di Kalangan Pengojek Online

Misteri Hantu di Kalangan Pengojek Online
Ilustrasi | You Tube

Mereka mengatakan, ketika melintas, tidak melihat Agung membonceng penumpang.

KBA.ONE, Jakarta – Begitu banyak suka-duka yang dialami pengemudi ojek online. Mulai pesanan fiktif, barang kiriman yang ternyata isinya narkoba, hingga konon ada pula pengemudi yang mengantar ‘mahluk halus’.

Pemesanan fiktif dan mengantar mahkuk gaib, pengakuan Agung, 39 tahun, seorang pengemudi ojek online, pernah dia alami. Lelaki berdomisili di Jelambar, Jakarta ini, mengisahkan suka-dukanya kepada reporter KBA.ONE, Minggu Pekan lalu.

Suatu hari Agung pernah merasa takut. Itu terjadi sebulan lalu, saat itu dia tengah mengawas di perusahaan tempatnya bekerja. Tiba - tiba pukul 01.30 Wib dinihari, perangkat selularnya menerima pesanan orderan jemputan.

Dengan sigap Agung membalas orderan tersebut. Dia bergegas dan menyampaikan akan segera menjemputnya. Saat tiba di tujuan tidak ada hal aneh yang dilihat dan dirasakannya. "Sesampainya di tempat tersebut, ada seorang wanita berusia sekitar 30 tahun yang sudah menunggu. Lantas wanita itu naik ke motor saya,” cerita Agung.

“Setibanya di perempatan jalan, saya berhenti karena lampu merah. Saat saya melihat ke kaca spion, wanita itu sudah gak ada, dia menghilang,” ujar Agung menceritakan pengalamannya itu.

Dengan rasa penasaran, waktu itu Agung kembali memutar di jalur yang dilewatinya. Namun wanita yang semula dikiranya jatuh, ternyata tidak ditemukan.

Agung bahkan sempat bertanya ke pangkalan ojek di sekitar itu. Para pengemudi ojek yang ada di tempat itu menggeleng kepala. Mereka mengatakan, ketika melintas, tidak melihat Agung membonceng penumpang.

Dengan terduduk lemas, Agung kemudian menceritakan perihal kejadian yang menimpa dirinya kepada para pengemudi ojek di pangkalan tersebut.

Tidak lama berselang, perangkat selulernya kembali berbunyi. Isinya menanyakan mengapa ojek online pesanannya tersebut belum sampai di lokasi. Agung bingung, padahal sebelumnya dia sudah menjemput penumpang dengan alamat yang sama.

Akhirnya, kata Agung, dia kembali menjemput di lokasi yang sama, tetapi dengan penumpang yang berbeda. Sambil mengucapkan maaf, Agung menceritakan kejadian yang menimpa dirinya tersebut kepada penumpangnya.

Agung sudah dua tahun menjadi pengemudi ojek online. Pekerjaan ini, katanya, hanya sampingan untuk menambah biaya hidup keluarganya. “Saya sebenarnya bekerja juga sebagai pengawas di perusahaan distribusi air mineral di Jakarta ini,” ujar Agung.

Saat itu, cerita Agung, ada orderan mengantar barang dari Tangerang ke Jakarta. Orderan itu dia jemput. Tapi saat dalam perjalanan, ada razia gabungan dari kepolisian, di salah satu jalan. Diapun dihentikan petugas razia tersebut.

“Saat petugas memeriksa bungkusan di jok motor saya, petugas menemukan bungkusan berisi ekstasi. Saya pun digelandang ke kantor polisi,” kata Agung.

Untungnya saja, kata dia, petugas kepolisian mengerti bahwa barang haram yang dibawanya tersebut bukan miliknya. Dia hanya menerima pesanan online yang dijemputnya. Agung bersama petugas kemudian menangkap pemiliknya, ujar Agung sambil tertawa kecil.

Pernah pula Agung menerima orderan fiktif. Dia diminta menjemput dan mengantar barang pesanan. Tapi saat didatangi untuk menjemputnya, tempat tersebut hanya rumah kosong di sekitar kuburan. Sejak kejadian itu, Agung jatuh sakit selama 3 hari. | DAFI, Kontributor Jakarta.

Komentar

Loading...