Momen Langka Nikmati Daging Kurban di Gaza

Momen Langka Nikmati Daging Kurban di Gaza
Global Qurban di Gaza. | Foto: ACTNews.

Gaza dikurung dari berbagai sisinya, termasuk pada sistem perdagangannya.

KBA.ONE, GAZA – Apa kabar Gaza? Beberapa hari terakhir, kabar yang terdengar dari Gaza adalah tentang pintu utama untuk lintasan logistik – Gerbang Karem Shalom – yang kembali dibuka. Gerbang ini merupakan satu-satunya pintu Gaza yang berbatasan langsung dengan Selatan Israel. Satu-satunya pintu yang menghubungkan warga Gaza dengan segala urusan kebutuhan pokok yang diimpor dari luar Gaza.

Melansir media lokal Yerusalem, Selasa 24 Juli 2019, militer Israel kembali mengizinkan adanya pengiriman bahan bakar dan gas ke Gaza. Gerbang kembali dibuka pascapenutupan sepihak dari Zionis sejak awal Juli silam. Zionis sempat membatasi segala aktivitas yang terjadi di Karem Shalom, baik dari maupun ke dalam Gaza. Nihilnya laju keluar-masuk kendaraan di gerbang ini, berarti nihil pula laju ekonomi di Gaza. Barang pokok langka, harga melonjak. 

Mengulas kembali jauh ke belakang, sebenarnya upaya Zionis melakukan blokade, membatasi gerak warga Gaza sudah berlangsung sejak 2007 silam. Gaza dikurung dari berbagai sisinya, termasuk pada sistem perdagangannya. Meski barang dagang tetap masuk ke pasar-pasar di Gaza, faktanya warga Gaza tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk membeli.

Minimnya daya beli menjadi logis, pasalnya warga Gaza yang memiliki pekerjaan tetap hanya segelintir. Dari hampir dua juta penduduk Gaza, tak lebih dari setengahnya yang memperoleh penghasilan. Bahkan, situs UNDP Palestina mencantumkan bahwa tingkat pengangguran warga Gaza selama 2018 ini mencapai 60%.

Fakta-fakta di atas, tentang sulitnya menemukan pekerjaan, tentang barang-barang kebutuhan pokok yang diblokade, mengingatkan kembali kisah warga Gaza pada Hari Raya Idul Adha 2017. Setahun lalu, di awal September 2017, Global Qurban masuk ke Gaza. Di tengah berbagai blokade dan kesulitan ekonomi, mitra Global Qurban di Gaza menceritakan, lebaran kurban di Gaza tetap dirayakan sebagai sebuah kebahagiaan. Meskipun bahagia di Gaza hanya bayang-bayang, menutupi sejenak kenyataan sulitnya hidup dalam blokade total. 

Paket qurban dari Indonesia. | Foto: ACTNews.

Semua berawal dari blokade, penjara raksasa yang membatasi gerak dan melemahkan ekonomi Gaza secara perlahan. Blokade membuat ekonomi ambruk, Warga Gaza kesulitan mencari penghasilan. Setahun silam mitra Global Qurban di Gaza mengatakan, hanya segelintir warga kaya di Gaza yang mampu membeli daging kurban.

September 2017, kurban dari Indonesia untuk Gaza

Momennya hampir setahun berlalu. Tepat di permulaan September 2017, hari lebaran kurban dirayakan seluruh Muslim dunia, termasuk di Gaza, Palestina. Di hari pertama Idul Adha 2017 itulah, Global Qurban kembali singgah di Gaza.

Ribuan domba, ratusan sapi, dan puluhan unta menjadi kado kurban dari masyarakat Indonesia untuk Gaza. Menebus kerinduan warga Gaza, rindu kebahagiaan berhari raya dengan menyantap gurih olahan daging kurban.

Ribuan potong daging kurban diamanahkan kepada Global Qurban, disampaikan hingga ke seantero Kota Gaza. Dari Jabalia di Gaza Utara, singgah di Khan Younis di Gaza Tengah, sampai Rafah di Gaza selatan. Relawan Global Qurban di Gaza bercerita, meski ruas jalan dari Utara Gaza ke Selatan hanya sekitar 45 kilometer, bukan hal mudah bagi Global Qurban untuk bisa menjangkau seluruh masyarakat Gaza.

Jomah al-Najjar, perwakilan mitra Global Qurban di Gaza mengatakan, perlu upaya lebih menyebarkan daging kurban di Gaza. “Salah satunya dengan memperluas kemitraan di setiap sudut Kota Gaza. Ada banyak jejaring mitra dan relawan Global Qurban di Gaza. Berkat upaya itulah, Alhamdulillah Global Qurban berhasil menghantarkan daging kurban ke 4.600 keluarga di seluruh wilayah Gaza,” ujar Najjar, awal September 2017 lalu.  

Momen langka menikmati daging kurban pun menjadi kisah membahagiakan di Gaza, salah satunya dari Ali Ahmed al-Jadba (57) di Gaza City. Ali adalah salah seorang warga yang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan yang tepat. Ia yang juga seorang ayah, tak bisa menghadiahi anak-anaknya daging kurban di hari lebaran Iduladha.

“Alhamdulillah, terima kasih yang paling dalam untuk Global Qurban dari Indonesia. Tujuh orang anak saya benar-benar memimpikan bisa makan daging qurban seperti keluarga lain. Lihat anak-anak saya semuanya bahagia,” ungkap Ali penuh kebahagiaan.

Selain itu, doa pun datang dari warga Gaza lain untuk Indonesia. “Doa kami semoga Allah berikan surga terbaik untuk masyarakat Indonesia, JazakAllah Khaer Indonesia,” kata Majdi Ahmed Alosh (33), seorang Ayah dengan 9 orang anak dari Rafah City.***

Komentar

Loading...