Ultimatum Kapolda Aceh

Napi yang Kabur Harus Menyerahkan Diri dalam 3 x 24 Jam 

Napi yang Kabur Harus Menyerahkan Diri dalam 3 x 24 Jam 
Suasana Jumat pagi, sehari setelah insiden pembobolan Lapas Kelas II Banda Aceh di Lambaro, Aceh Besar. | KBA.ONE: Fatma.

Warga binaan yang melarikan diri dominan kasus narkoba dan sebagian besar pindahan UPT dari kabupaten lain.

KBA.ONE, Banda Aceh - Kapolda Aceh Irjend Pol Rio S Djambak mengultimatum para narapidana yang melarikan diri dalam insiden pembobolan Lapas Kelas II Banda Aceh di Lambaro, Aceh Besar, Kamis malam 29 November 2018, untuk segera menyerahkan diri kepada aparat keamanan terdekat dalam waktu 3 X 24 jam ke depan.

"Saya selaku Kapolda Aceh dan jajaran berharap para warga binaan ini bisa segera menyerahkan diri. Semua ini bisa berlangsung dengan baik. Kepada keluarga warga binaan ini atau saudara untuk bisa diantarkan mereka kepada kami," kata Kapolda kepada wartawan di Lapas Kelas II Banda Aceh, Jumat 30 November 2018.

Pada temu pers itu Kapolda Rio tidak ingin para narapidana yang melarikan diri itu berlanjut terus dalam pengejaran. "Karena tidak akan baik nantinya dan harus disadari oleh mereka [warga binaan] cepat atau lambat akan kita amankan," ingat Kapolda Rio S Djambak. 

Kapolda Aceh Rio S Djambak. | Foto: Ist.

Rio menjelaskan insiden Ini merupakan tindakan warga binaan yang berupaya untuk melarikan diri. Setelah melihat langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara), Kapolda melihat kerusakan itu memang unsur kesengajaan yang dibuat oleh para napi untuk melarikan diri. "Dari 113 orang yang melarikan diri hingga pagi ini telah diamankan 26 warga binaan. Sisanya 87 orang masih terus dilakukan pengejaran," katanya.

Kapolda Aceh ini membantah aksi pelarian para narapidana tersebut dihubung-hubungkan dengan aksi pembakaran Lapas yang pernah terjadi pada Januari 2018. “Tidak ada hubungannya, jauh itu, jauh sekali, ya, jangan dihubung-hubungkan yang sudah lalu,” tegas Rio.

Warga binaan yang melarikan diri ini, kata Kapolda, adalah dominan kasus narkoba dan sebagian besar merupakan pindahan UPT dari kabupaten lain. "Mungkin dulunya sebelum dipindahkan di sana mereka dipindahkan karena rawan atau berniat ingin melarikan diri. Makanya mereka dipindahkan ke sini," kata Rio.

Kapolda menegaskan bahwa polisi masih terus mendalami motif pelarian para warga binaan ini. "Tentunya mereka melarikan diri karena ingin bebas," kata Kapolda Aceh.

Kapolda menilai selama ini sistem pengamanan di Lapas Kelas II Banda Aceh ini sudah banyak perubahan dan tidak main-main lagi. "Kami melihat bahwa untuk pengamanan cukup baik. Kejadian ini mungkin ada hal-hal sedikit yang perlu dibenahi," katanya.

Tapi, soal siapa dalang di balik insiden ini, Kapolda Rio S Djambak meminta media untuk bersabar. "Siapa dalangnya belum tahu, bersabar dulu. Mudah-mudahan ini bisa selesai secepatnya,"  harap Rio S Djambak. ***

Komentar

Loading...