Imbauan Kabid Humas Polda Aceh

Napi yang Menyerahkan Diri Tidak Diproses Hukum

Napi yang Menyerahkan Diri Tidak Diproses Hukum
Ery Apriyono, Kabid Humas Polda Aceh. KBA.ONE: Fatma.

KBA.ONE, Banda Aceh - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Aceh AKBP Ery Apriyono menegaskan narapidana yang kabur dari Lapas Lambaro tidak akan diproses hukum jika menyerahkan diri.

“Mereka tinggal melanjutkan sisa hukuman karena sudah inkrah. Diharapkan para napi segera menyerahkan diri dan kembali menjalankan sisa hukumannya,” kata Ery Apriyono kepada KBA.ONE, di Banda Aceh, Selasa 4 Desember 2018.

Kata Ery, saat ini Polda Aceh menetapkan 78 DPO napi yang kabur dari Lapas Lambaro dan ke 78 informasi terkait napi tersebut telah disebarkan ke media sosial.

Kaburnya napi di Lapas Lambaro karena para napi memanfaatkan kesempatan waktu salat yang diberikan oleh pihak lapas.

“Jadi dengan kearifan lokal dan kelonggaran yang diberikan pihak Lapas itu dimanfaatkan oleh para warga binaan Lapas Lambaro untuk melarikan diri,” jelasnya.

Pemeriksaan sipir yang dilakukan adalah sebagai saksi secara teknis oleh pihak Reskrim untuk mendalami lagi. “Untuk sementara ini kita masih melakukan pemeriksaan jadi kita belum bisa mengatakan hasilnya seperti apa,” ujar Kabid Humas Polda.

Tak hanya itu, Razia juga akan terus dilakukan secara intensif, waktunya tidak bisa ditentukan dan eskalasinya akan lebih ditingkatkan. Ada perintah dari Kapolda untuk mem back-up personel agar dapat mengungkap warga binaan yang telah kabur.

“Kapolda pernah menyampaikan bahwa warga binaan yang telah kabur agar segera menyerahkan diri dalam kurun waktu 3x24 jam. Untuk masyarakat kita imbau agar tetap tenang. Jika masyarakat mengetahui keberadaan para napi agar segera melaporkan kepada Babinkamtibmas atau menghubungi pos-pos polisi terdekat atau lewat call center 110,” jelasnya.

Sampai saat ini baru 38 napi yang tertangkap karena warga binaan rata-rata domisilinya tidak di banda Aceh. Hampir semua personel dikerahkan untuk mem back up termasuk tim-tim kecil yang dibentuk di wilayah, juga semua Polres.

Kabid Humas Polda Aceh mengatakan, “untuk pengawasan napi yang ingin kabur melalui jalur-jalur tertentu juga tetap diantisipasi. Kemungkinan seperti di jalur-jalur pantai, tetap dilakukan pengawasan di jalur darat, laut bahkan udara. Sehingga kegiatan seperti ini meluas dan polisi juga ada informen-informen di setiap wilayah.

“Sehingga tim agak ekstra bekerja karena dinamika pergerakan mereka pun luas. Tapi tetap akan kita maksimalkan. Saat ini pengamanan di dalam lapas sudah kita kerahkan satu regu dari brimob dan dibantu oleh sipir di Lapas hingga sampai batas waktu yang ditentukan,” tutup Kabid Humas Polda Aceh. ***

Komentar

Loading...