Nasri Saputra: Tangkap Penembak Orang Utan Sumatera

Nasri Saputra: Tangkap Penembak Orang Utan Sumatera
Induk orang utan yang ditembak 74 butir peluru senapan angin. | Foto: YEL SOCP, OUC dan BKSDA Aceh.

Nasri tidak mengerti, bagaimana ada orang yang tega menembak orang utan dengan 74 butir peluru.

KBA ONE, Aceh Jaya - Politisi muda, Nasri Saputra, dari Partai Daerah Aceh (PDA), mendesak aparat berwenang bekerja ekstra keras untuk mengungkap dan menangkap pelaku penganiayaan dan penembakan terhadap Pongo Abelii (Orangutan Sumatera) dengan 74 tembakan.

"Tindakan pelaku tidak bisa dimaafkan dan ditolerir. Kita berharap pelakunya nanti dihukum sesuai perundang - undangan yang berlaku,” kata Nasri melalui rilis yang dikirimnya kepada KBA ONE, Rabu malam, 13 Maret 2019.

Menurut Nasri, tindakan penganiayaan dan penembakan orang utan itu suatu tindakan yang sungguh biadab. Nasri tidak mengerti, bagaimana ada orang yang tega menembak orang utan dengan 74 butir peluru, yang mengakibatkan satwa ini harus menjalani perawatan intensif karena dalam kondisi kritis. 

Hasil ronsen yang memperlihatkan 74 peluru senapan angin bersarang di tubuh induk orang utan. | YEL SOCP, OUC, dan BKSDA Aceh.
 
 
 

“Terkadang manusia menganggap satwa liar yang dilindungi itu sebagai hama. Padahal hama sebenarnya itu adalah manusia yang punya otak, tetapi tidak bisa mengendalikan akal sehat dan pikirannya," lanjut Nasri. 

Nasri mengapresiasi BKSDA Aceh, WCS-IP dan HOCRU-OIC, Pusat Karantina orang utan di Sibolangit, atas langkah dan respon cepat dalam mengevakuasi dan upaya penyelamatan terhadap Pongo Abelii yang saat ini kondisinya kritis.

Tapi dia prihatin, karena bayi orang utan yang induknya terkena tembakan tersebut tidak tertolong. Bayi orang utan tewas sebelum sempat mendapat pertolongan karena kekurangan nutrisi selama beberapa hari. Sedangkan induknya masih dalam perawatan.

Sebelumnya beberapa laporan menyebutkan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan evakuasi orangutan sumatera (Pongo abelii) dari kebun warga, Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Minggu 10 Maret 2019.

Dari pemeriksaan awal di lapangan, diketahui bahwa induk orang utan dalam kondisi terluka parah karena benda tajam pada tangan kanan, kaki kanan, punggung dan luka tembakan 74 peluru senapan angin.

Sedangkan bayi orang utan yang berumur 1 bulan, ditemukan di dekat induknya dalam kondisi kekurangan nutrisi parah. Bayi orang utan ini kemudian mati sebelum mendapat perawatan lebih lanjut. ***

Komentar

Loading...