Nelayan Aceh Barat Kekurangan BBM Bersubsidi

Nelayan Aceh Barat Kekurangan BBM Bersubsidi
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan. | Revina Rahayu.

KBA.ONE, Aceh Barat - Nelayan di Kabupaten Aceh Barat membutuhkan bahan bakar untuk aktivitas melaut sebesar 443.300 liter perbulannya. Namun, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) wilayah setempat hanya menyediakan 152.000 liter setiap bulannya atau sekitar 37 persen dari total kebutuhan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perairan (DKP) Aceh Barat, Ridwan Yahya, Rabu, 9 Januari 2019, mengatakan bahan bakar minyak atau BBM jenis solar bersubsidi untuk nelayan yang dimiliki SPBN Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, sangat minim jika dibandingkan kebutuhan nelayan.

“Kekurangan tersebut dikarenakan banyak boat nelayan yang tidak terdata di DKP. Penyedian bahan bakar bersubsidi sesuai jumlah boat yang terdata di dinas kita, selain itu jarak tempuhnya juga dihitung,” katanya.

Ia menjelaskan pihak pertamina tidak menahan suplai bahan bakar bersubsidi yang dibutuhkan nelayan. Yang menjadi persoalan, sambung Ridwan, banyak nelayan di Aceh Barat yang tidak mengurus identitas kapal dan jarak tempuh operasionalnya

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kelautan dan Perairan akan terus melakukan sosialisasi kepada nelayan. Agar boat milik mereka yang belum terdata bisa segera mengurus identitasnya.

“Untuk kekurangan bahan bakarnya, dalam waktu dekat ini pertamina akan menambah kuota solar bersubsidi,” tambahnya

Jumlah kapal atau boat nelayan di bawah 30 GT yang terdata di DKP sekitar 700 unit boat. Sedangkan jumlah totalnya diperkirakannya mencapai seribuan unit

“Ini menjadi masalah di tingkat nelayan karena terlalu banyak boat yang tidak terdata. Jadi bahan bakar yang tersedia sedikit sehingga nelayan mengalami kesulitan untuk melaut,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihak dinas mengeluarkan surat rekomendasi bagi nelayan yang belum terdata di DKP. Rekom berfungsi untuk memudahkan mereka membeli solar di SPBU sesuai arahan surat tersebut.   

Komentar

Loading...