CUACA EKSTREM

Nelayan Tak Melaut, Rumah Rusak Tertimpa Pohon

Nelayan Tak Melaut, Rumah Rusak Tertimpa Pohon
Nelayan yang tak melaut akibat cuaca ekstrem, menyandar boat di Dermaga Perikanan Lampulo Banda Aceh, Selasa 10 Juli 2018. Photo: Syukran Jazilla

KBA.ONE, Banda Aceh – Cuaca buruk yang melanda Aceh sejak beberapa hari terakhir, berdampak pada sejumlah aktivitas warga. Di Banda Aceh sejumlah nelayan di Kawasan Lampulo, memilih tak melaut, sementara di Kota Lhoksumawe angin kencang membuat sejumlah pohon tumbang, menimpa rumah, balai pengajian serta menutup ruas jalan.

"Sudah seminggu kami tidak melaut, gelombang sedang tinggi karena angin kencang," kata Ishak seorang nelayan yang ditemui KBA.ONE di kawasan Lampulo, Selasa 10 Juli 2018.

Menurut Ishak, selain khawatir akan keselamatan, gelombang tinggi membuat hasil tangkapan nelayan tak menentu. Saat cuaca sedang bersahabat, Ishak mengaku mampu membawa pulang ikan hasil tangkapan 8 hingga 10 ton, namun hasil tersebut berkurang menjadi 4 hingga 5 ton saat cuaca memburuk.

“Biasannya saat musim barat mudah mendapat ikan tapi kali ini tidak. Karena tidak melaut kami memilih memperbaiki alat tangkap sambil menunggu cuaca normal kembali,” ujarnya.

Selain memperbaiki alat tangkap, kata Ishak sejumlah nelayan juga memamfaatkan kondisi tersebut untuk kembali ke kampung halaman. Ishak memprediksikan aktivitas nelayan kembali normal pekan depan.

“Semoga minggu depan cuaca kembali normal sehingga nelayan kembali melaut seperti biasa," kata Ishak.

Sementara itu cuaca buruk mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di Kota Lhoksumawe. Di Gampong Coet Girek Kandang, pohon yang tumbang menimpa sebuah rumah, sedang di Gampong Uteungkot, Kecamatan Muara, pohon yang tumbang menimpa balai pengajian.

Pohon tumbang juga mengakibatkan ruas jalan Banda Aceh-Medan tepatnya di Gampong Paloh Kecamatan Muara Dua sempat tersendat. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tumbangnya pohon tersebut. Sejumlah warga dan petugas langsung mengevakuasi pohon yang tumbang.


Pengendara mengurangi kecepatan diruas Jalan Banda Aceh - Medan, Gampong Paloh, Muara Dua Lhoksumawe akibat pohon tumbang. Photo Ist.

"Bantuan masa panik telah disalurkan kepada warga yang mengalami musibah ini. Petugas dari dinas terkait juga telah membersihkan pohon yang tumbang kejalan. Sempat macet beberapa saat tapi tidak berlangsung lama," kata Ketua Tagana Kota Lhokseumawe, Samsul Bahri.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Blang Bintang Aceh Besar menyebut pergerakan angin yang berhembus Aceh sejak beberapa hari terakhir memiliki kecepatan 10 hingga 40km/perjam.

"Pergerakan angin bisa saja bertambah apabila muncul gangguan siklom tropis atau adanya tekanan rendah di Samudera Pasifik bagian barat. Ini akan terjadi hingga September untuk itu masyarakat serta nelayan kita minta waspada," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Blang Bintang, Zakaria di Aceh Besar.

Syukran Jazila/Safrizal

Komentar

Loading...