Ngabuburit Seni Cukil Gaya Poncer Simalingkar

Ngabuburit Seni Cukil Gaya Poncer Simalingkar
Ngabuburit seni Cukil di Poncer Simalingkar. | Foto: Komunitas Poncer.

Cukil merupakan teknik cetak relief dengan memahat permukaan kayu membentuk sebuah desain gambar.

KBA.ONE, Medan - Banyak cara dilakukan anak-anak muda untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Di Kota Medan, komunitas Pondok Ceria (Poncer) Jalan Nyiur Perumnas Simalingkar, Medan, Sumatera Utara, menutup sisa waktu berbuka puasa Ramadan dengan kegiatan unik dan menarik, yaitu ngabuburit seni Cukil-2. 

Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari mulai tanggal 2 sampai 3 Juni 2018.  Tidak hanya menarik perhatian warga sekitar, ngabuburit seni Cukil-2 juga mencuri perhatian para pengunjung yang hadir dari berbagai kalangan.

Pertunjukan cukil secara langsung ini menjadi suguhan berbeda yang bisa dinikmati para pengunjung. Tidak hanya menonton, pengunjung juga dipersilahkan sama-sama mencukil pada sebuah papan besar berukuran 1 meter yang sudah diberi lukisan.

Foto: Komunitas Poncer

Beberapa pengunjung terlihat bersemangat mencoba sambil mendengarkan arahan dari para pelaku cukil di Poncer. Metode workshop ini terbilang sukses menumbuhkan rasa penasaran pengunjung terhadap seni cukil yang masih langka di kota Medan.

Cukil merupakan teknik cetak relief dengan memahat permukaan kayu membentuk sebuah desain gambar. Kayu yang sudah dicukil akan diberi cat khusus agar bisa dicetak di media kain atau pun kertas.

Pengunjung yang hadir juga bisa menyaksikan proses dan mendapatkan hasil sablon cukil dari beberapa desain yang sudah disiapkan di baju yang mereka bawa sendiri. Mereka membayar seikhlas hati pada kotak donasi yang sudah disiapkan.

Untuk desain cukil, pengunjung juga bisa meminta dibuatkan desain yang mereka inginkan, tapi akan memakan waktu beberapa hari. 

Kawula muda sedang mempraktikkan seni cukil. | Foto: Komunitas Poncer.

Selain pertunjukan seni cukil, kegiatan ini juga diisi dengan hiburan musik dari anak-anak muda sekitar Jalan Nyiur, musisi-musisi kota Medan, stand up comedy, dan Coaching Clinic Djembe. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama warga sekitar bersama pengunjung.

Selain untuk menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan warga di sekitar jalan Nyiur, kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi kawula muda agar terhindar dari kegiatan tidak bermanfaat yang dapat merusak generasi muda.

Eka, pendiri Poncer, berharap kaum muda di daerah ini  memiliki kreatifitas yang bisa diasah dan dikembangkan hingga berprestasi dengan mengalihkan kegiatan negatif ke hal-hal positif.  “Contohnya ngabuburit Cukil ini,” kata Eka.

Pondok Ceria atau Poncer merupakan wadah perkumpulan yang didirikan sekelompok anak muda di Jalan Nyiur Perumnas Simalingkar, Medan, Sumatera Utara. Sejak didirikan, komunitas Poncer sudah menggelar berbagai kegiatan positif kesenian untuk memberi ruang kreativitas anak-anak muda. Selain itu, Poncer juga dalam proses melengkapi koleksi buku-buku agar bisa menjadi ruang membaca semua kalangan yang berkunjung ke Pondok Ceria. | ULLY ARIFIN, Kontributor Medan

Komentar

Loading...