Oknum Jaksa Calang Arogan Serang Wartawan Saat Bertugas

Oknum Jaksa Calang Arogan Serang Wartawan Saat Bertugas
Kejaksaan Negeri Aceh Jaya |Foto: Ist


KBA.ONE, Aceh Jaya - Wawancara para jurnalis dengan Kasi Pidum baru di Aceh Jaya, Buchari, sempat terhenti lantaran ada oknum Jaksa menghardik wartawan dengan mengeluarkan kata - kata kotor serta sikap akan menyerang para pekerja pers di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Jaya, Jum'at 28 Juni 2019 lalu.

Kejadian bermula ketika wartawan di Calang melakukan wawancara dengan Kepala Seksi Pidana Umum atau Kasi Pidum Aceh Jaya, Buchari, perihal pelimpahan kasus dari Polres Aceh Jaya, ke Kejaksaan Negeri Calang, Aceh Jaya, tiba - tiba datang oknum Jaksa berinisial T langsung menghardik wartawan dan menghentikan wawancara dengan sikap bringas dan arogan.

Wartawan KBA.ONE dan wartawan dari salah satu media di Aceh yang bertugas untuk wawancara, sempat kaget dengan sikap oknum jaksa T yang menghalang - halangi tugas jurnalistik. Padahal, selaku petugas hukum oknum jaksa T sangat paham dengan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

Kejadian itu berawal ketika para wartawan mendapat izin bertemu Kasi Pidum, Buchari, untuk tugas wawancara, dan para wartawan dipersilahkan masuk oleh Buchari yang mengaku dekat dengan para pekerja pers.

Ketika di ruangan, saat akan wawancara, oknum Jaksa T masuk ke ruang Kasi Pidum Kejari Calang. Ketika itu salah satu wartawan kembali menanyakan perihal berkas perkara perlimpahan kasus - kasus dari Polres Aceh Jaya. Tapi, tiba-tiba oknum jaksa itu mengatakan itu bukan hak wartawan untuk mengetahui. Kemudian wartawan mengatakan sikap oknum itu salah dan tidak beretika karena menghentikan wawancara yang sedang berlangsung.

Tidak senang ditegur, sang oknum kembali mengeluarkan kata - kata kasar kepada para wartawan dengan melecehkan kode etik para jurnalis.

"Dengan pongah, di ruangan Kasi Pidum, oknum jaksa T, berteriak lantang mengumpat wartawan dengan kata tidak pantas dan itu berulang kali dikatakannya, sambil hendak menyerang ke arah wartawan yabg sedang duduk di kursi, berhadapan dengan Kasi Pidum Buchari," kata salah seorang wartawan kepada Tim Redaksi KBA.ONE, Kamis 4 Juli 2019.

Sikap arogansi oknum jaksa T belum berakhir di situ, kemudian oknum jaksa itu kembali menyerang para wartawan namun dilerai oleh rekan - rekan jaksa lainnya.

Akibat kejadian yang memalukan corp Kejaksaan Negeri Aceh Jaya, Buchari meminta maaf kepada para wartawan atas sikap amatiran stafnya yang kurang beretika dalam melayani petugas pers untuk memberi informasi publik, ungkap salah seorang wartawan kepada KBA.ONE.

"Karena saat itu kawan-kawan sedang menjalankan tugas jurnalistiknya sebagai wartawan. Saya akan melaporkan ke pimpinan, sebagai fungsi pengawasan melekat karena perbuatan dia," janji Buchari.

Sementara, Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jum'at malam 28 Juni 2019, tentang sikap oknum jaksa T, dia berjanji akan berkoordinasi dengan Kejari Aceh Jaya atas kejadian pelecehan tugas jurnalistik, katanya kepada KBA.ONE.

"Kami atas nama Penkum dan Humas Kejati Aceh, memohon maaf kalau ada kata-kata dan tindakan kurang berkenan di hati rekan-rekan dari adik-adik kami di daerah," ucap Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh.

Ketua Balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Jaya, Sa'dul Bahri, kepada KBA.ONE, mengatakan bahwa sikap oknum Jaksa berinisial T itu sudah sering terjadi keributan dengan wartawan ketika para jurnalis melakukan tugas di kantor Kejari Aceh Jaya. "Ini sudah berulang terjadi kepada pekerja pers, seolah - olah wartawan itu tidak dilinndungi oleh undang - undang, " kata Sa'dul Bahri kepada wartawan.

Menurut Sa'dul, jika masalah kisruh antara wartawan di Calang dengan oknum jaksa di Aceh Jaya tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan akan berdampak buruk pada hubungan kemitraan antara wartawan dengan Kejaksaan Negeri Aceh Jaya, pungkasnya.

"Bahkan persoalan ini bisa saja berdampak hukum pada oknum pegawai kejaksaan itu sebab tugas jurnalistik dilindungi oleh peraturan Dewan Pers dan juga UU Nomor 40 tahun 1999 tentang tugas dan peran pers, jadi mari kita saling menghargai tugas dan tanggung jawab masing - masing elemen agar tidak muncul suasana gaduh," kata Sa'dul Bahri Ketua Balai PWI Aceh Jaya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Jaya, Chandra Saptaji, Sabtu 29 Juni 2019 sore, bertemu dengan anggota PWI Aceh Jaya, membahas masalah tersebut, ketika itu dihadapan para wartawan, mengatakan akan menyelesaikan kisruh yang terjadi antara oknum jaksa dibawah pimpinannya, dengan wartawan yang bertugas di Aceh Jaya. Dia berharap kejadian seperti itu tidak akan terjadi lagi, ungkap Kajari Aceh Jaya. (Tim)

Komentar

Loading...